Tak Ada Unsur Politis, Perampokan Wali Kota Blitar Murni Kejahatan

EDISIINDONESIA.id – Peristiwa perampokan yang dialami Wali Kota Blitar, Jawa Timur (Jatim), Santoso tidak ada unsur politis, namun murni kejahatan.

Untuk itu, sederet pemeriksaan dan penyelidikan atas insiden perampokan terhadap Wali Kota Blitar, hingga kemarin masih digelar aparat kepolisian. Sejumlah saksi baru dipanggil.

Hingga kemarin, 30 saksi sudah diperiksa aparat kepolisian. Mereka dipanggil untuk menambah petunjuk penyelidikan identitas para perampok yang belum terkuak hingga kemarin.

’’Kami masih mendalami semua dugaan. Kami tidak hanya bergerak berdasar perkiraan atau banyaknya informasi yang diberikan, tetapi juga dengan data yang ada,” ujar Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono.

Selain itu, kata Argo, polisi meminta keterangan dari saksi tambahan. Itu bersumber dari pengakuan mantan asisten rumah tangga (ART) dan pegawai di sana yang sudah diberhentikan beberapa waktu lalu.

Polisi juga bakal menyelidiki insiden beredarnya video potongan rekaman CCTV yang diduga berisi gerak-gerik perampok di kediaman wali kota Blitar.

Kasihumas Polres Blitar Kota, Iptu Achmad Rochan membenarkan bahwa video tersebut masih diidentifikasi. Itu akan disandingkan dengan bukti yang tengah didalami Satreskrim dan Timsus Polda Jatim.

Meski sempat beredar di jejaring sosial, polisi tetap akan memantau video tersebut. Sebab, tayangan itu menampilkan kedatangan para pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

’’Iya, sebetulnya itu bahan kami juga. Penyebaran itu juga berpotensi mengaburkan jejak pelaku karena mungkin sudah diketahui,’’ ucapnya Rabu (14/12).

Sebagaimana diberitakan, rumah dinas (rumdin) Wali Kota Santoso diobok-obok komplotan perampok pada Senin (12/12) lalu pukul 03.00. Pelaku kabur membawa uang Rp 400 juta beserta sejumlah perhiasan. (edisi/jawapos)

Comment