EDISIINDONESIA.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur (Jatim), Sahat Tua Simanjuntak tiba, di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (15/12/2022).
Politikus Partai Golkar itu dibawa ke markas antirasuah usai terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di Surabaya.
Sahat yang tiba sekitar pukul 12.42 WIB terlihat mengenakan kemeja putih lengan pendek dengan dibalut celana hitam. Dia juga terlihat mengenakan masker hitam dengan topi berwarna kuning.
Pimpinan DPRD Jawa Timur itu juga terlihat membawa dua tas, berwarna cokelat dan biru. Namun, Sahat tidak memberikan keterangan apa pun saat tiba, di gedung merah putih KPK.
Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, tim penindakan KPK mengamankan Sahat Tua Simanjuntak sekitar pukul 20.24 WIB. Tim satuan tugas (satgas) juga turut mengamankan barang bukti uang dalam giat operasi senyap tersebut.
“Pada hari Rabu tanggal 14 Desember 2022 jam 20.24 WIB, betul KPK ungkap dugaan korupsi dana hibah ke kelompok masyarakat dalam giat tangkap tangan wakil ketua DPRD Jatim STS dan pihak lain,” ucap Firli dikonfirmasi, Kamis (15/12/2022).
Firli mengungkapkan, barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap tersebut akan disita, untuk kemudian dijadikan alat bukti dari hasil OTT di Surabaya ini. KPK saat ini masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan.
“Menyita uang tunai. KPK masih bekerja dan disampaikan saat konferensi press,” tegas Firli.
Terpisah, Kepala Bagian Pemberitaan KPK, Ali Fikri menyampaikan, Sahat Tua Simanjuntak diduga terlibat pengurusan alokasi dana hibah yang bersumber dari APBD Jatim.
“Terkait dugaan tindak pidana korupsi suap pengurusan alokasi dana hibah bersumber dari APBD Jatim,” ucap Ali.
Lembaga antirasuah memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT tersebut. KPK akan memberikan keterangan resmi setelah melakukan serangkaian pemeriksaan.
“Setelahnya pasti kami sampaikan lengkap hasil kegiatan tersebut sebagai bagian keterbukaan informasi KPK kepada masyarakat,” pungkas Ali. (edisi/jawapos)
Comment