BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Penjabat Bupati Bombana, Burhanuddin resmi membuka rapat koordinasi dalam rangka sinkronisasi kebijakan Pemerintah Desa dan prioritas penggunaan dana Desa tahun anggaran 2023, di Auditorium Tanduale Bupati Bombana, Rabu (25/11/2022).
Selain Pj Bupati Bombana, dalam rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Kejari Bombana, Kepala BPJS Bombana, Sekda Bombana, para staf ahli dan Kepala Desa serta BPD se-kabupaten Bombana.
Dalam sambutanya, Burhanuddin mengatakan saat ini telah berada dipenghujung tahun anggaran 2022 dan sebentar lagi akan masuki tahun anggaran 2023, pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah Kabupaten dan pemerintah Desa diwajibkan untuk menyusun perencanaan kegiatan sesuai peraturan perundang-undangan.
Olehnya itu, kata dia pemerintah di Desa terlebih dahulu berpedoman kepada RPJMD agar pelaksanaan kebijakan pemerintah Desa selaras dengan kebijakan Daerah.
“Saya minta semua kepala Desa dan seluruh anggota Badan Permusyawaratan Desa untuk berpikiran terbuka, memiliki visi kedepan terintegrasi dan inovatif, agar penyelengaraan pembangunan pada tahun 2023 akan lebih terarah, terbuka dan akuntabel, serta menjawab isu-isu yang strategis serta mampu menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi pemerintah Desa,” ucapnya.
Burhanuddin berharap sekiranya tahun depan 10 Desa sudah ada yang masuk Desa mandiri, sebab menurut data yang ada sampai saat ini belum ada satupun desa yang masuk sebagai Desa mandiri.
“Insya Allah sampai tahun 2024 kita masih bersama-sama, saya berharap seluruh Desa di kabupaten Bombana bisa menjadi Desa mandiri,” ungkapnya.
Burhanuddin yakin sebab daerah Kabupaten Bombana adalah daerah yang makmur dan memiliki sumber daya manusia yang handal, karena itu untuk mencapai Desa Mandiri dibutuhkan instruksi-instruksi dari pemerintah kabupaten sekaligus pemerintah Kecamatan berkolaborasi dengan pemerintah Desa untuk melaksanakan kireteria untuk mencapai Desa mandiri.
“Diharapkan 121 Desa agar dapat menciptakan lapangan kerja melalui usaha ekonomi kreatif yang melibatkan masyarakat desa, desa harus memiliki inovasi-inovasi agar dapat berproduksi, minimal satu Desa Satu Prodak yang bernilai ekonomi,” jelasnya.
Burhanuddin dihari ulang tahun Kabupaten Bombana akan dibuat satu stand yang di khususkan untuk seluruh prodak-prodak yang dari Desa. (**)
Comment