10 Wonderkid Paling Ditunggu Aksinya di Piala Dunia 2022, Nomor 9 Paling di Favoritkan

EDISIINDONESIA.id- Pentas Piala Dunia selalu melahirkan bintang muda yang pada tahun-tahun berikutnya menjadi pemain top. Begitu juga di Piala Dunia 2022, ada sejumlah wonderkid paling ditunggu aksinya.

Mungkin Anda masih ingat bagaimana kehebatan Michael Owen yang masih berusia muda pada Piala Dunia 1998 Prancis.

Bintang Liverpool kala itu mencuri perhatian dunia bersama Timnas Inggris, meski akhirnya disingkirkan Argentina di babak 16 besar.

Tiga dekade sebelumnya, dunia tercengang oleh penamilan Pele bersama Timnas Brasil. Legenda Selecao ini bahkan sampai saat ini disebut-sebut sebagai pemain terbaik yang pernah ada di olahraga ini.

Pada edisi 2018 lalu, Kylian Mbappe dinobatkan sebagai pemain muda terbaik turnamen di Rusia itu. Saat itu masih berstatus wonderkid (pemain muda calon bintang top dunia).

Dan peraih penghargaan tersebut untuk tahun ini tampaknya ada dari salah satu nama dalam daftar ini.

10 Wonderkid Piala Dunia 2022:

  1. Jude Bellingham (Inggris)

Bocah Birmingham ini sudah menunjukkan kualitasnya bersama Borussia Dortmund.

Dengan Jordan Henderson memasuki tahun-tahun terakhir karirnya dan Kalvin Phillips jauh dari 100% setelah cedera, Bellingham akan bermitra dengan Declan Rice di lini tengah. Dan itu akan membuat Inggris jauh lebih dinamis.

Mungkin setelah turnamen di Qatar, harga Bellingham akan meroket dan jadi santapan media saat jendela transfer musim dingin hingga musim panas mendatang.

  1. Jamal Musiala (Jerman)

Timnas Jerman memang memiliki banyak stok gelandang, tapi pemain berusia 19 tahun yang dikenal sebagai “Bambi” akan menjadi bagian dari tim Jerman yang terlihat seimbang dan memiliki pelatih terbaik di turnamen pada diri Hansi Flick.

Musiala sejatinya adalan penerus Thomas Muller, tapi kedua bisa bermain bersama dengan sang wonderkid agak ke belakang dan menampilkan kreativitasnya dalam membangun serangan.

  1. Takefusa Kubo (Jepang)

Bintang muda ini sudah lama dijuluki sebagai ‘Messi Jepang’. Kini ia sudah berusia 21 tahun dan turnamen di Qatar adalah kesempatan tepat untuk membuktikan julukan itu.

Penyerang Real Sociedad ini mencatat beberapa rekor mencetak gol saat berada di akademi La Masia Barcelona sebelum masalah kelayakan FIFA menyebabkan kepergiannya.

Dari sana dia kembali ke Tokyo sebelum bergabung dengan Real Madrid.

Dia melakukan empat langkah peminjaman yang semakin sukses sebelum bergabung dengan Real Sociedad musim panas ini.

  1. Cody Gakpo (Belanda)

Pemain sayap PSV Eindhoven diharapkan pindah ke liga yang lebih besar musim depan tetapi harga dan tujuannya bisa ditentukan dari bagaimana penampilannya di Qatar.

Meski banyak pemain berpengalaman di Timnas Belanda, Gakpo tetap diprediksi akan memberikan penampilan berbeda di Tim ORanye.

  1. Nuno Mendes (Portugal)

Satu keuntungan bagi tiga pemain depan Paris Saint-Germain yang menjadi pusat perhatian adalah memungkinkan pemain lain untuk berkembang tanpa banyak fokus.

Itu yang dialami pemain 20 tahun ini yang bergabung secara permanen dari Benfica musim panas lalu setelah menghabiskan musim sebelumnya dengan status pinjaman.

Meskipun harus bersaing dengan Joao Cancelo, bintang Manchester City, untuk posisi bek kiri Portugal, Mendes tetap punya kesempatan unjuk gigi.

Ada keraguan seputar kemampuan bertahannya – masalah umum untuk bek sayap modern – tetapi dia berada di jalur tepat untuk menjadi salah satu bek sayap terbaik dunia.

  1. Enzo Fernandez (Argentina)

Gelandang Benfica baru melakukan debut internasional seniornya pada bulan September tetapi sudah dibicarakan sebagai calon bintang Argentina di masa depan.

Sebagian besar klub besar Liga Inggris sudah menunjukkan minat.

Peran utamanya adalah gelandang bertahan, tapi mampu menciptakan serangan dari dalam juga dapat berperan pada posisi yang lebih maju.

  1. Aurelien Tchouameni (Prancis)

Salah satu dari dua gelandang muda Real Madrid di skuad Didier Deschamps, pemain berusia 22 tahun itu akan mengemban peran yang jauh lebih besar.

Hal itu mengingat Prancis tahun ini tidak diperkuat N’Golo Kante dan Paul Pogba yang cedera.

Juara bertahan mungkin memiliki banyak stok di lini tengah, tetapi kemampuan pemain ini tidak mungkin diabaikan begitu saja oleh Deschamps.

  1. Josko Gvardiol (Kroasia)

Bek berusia 20 tahun itu menghabiskan sebagian besar musim panas lalu dikaitkan dengan kepindahan ke Liga Premier.

Itu tidak terwujud, tetapi kepindahan dari RB Leipzig musim panas mendatang tampaknya tak terelakkan.

Mampu bermain sebagai bek kiri dan juga bek tengah, patah hidung yang dideritanya pekan lalu diperkirakan tidak akan membuatnya absen.

Banyaknya pemain veteran di lini belakang Kroasia akan membuat Gvardiol jadi pilihan yang lebih fresh bagi Zlatko Dalic

  1. Gavi (Spanyol)

Jika rekan setim Pedri adalah salah satu kisah Piala Eropa tahun lalu, maka bulan ini seharusnya giliran gelandang muda berbakat Barcelona lainnya.

Keduanya telah memenangkan penghargaan Golden Boy yang didambakan dalam beberapa tahun berturut-turut.

Luis Enrique bahkan berani meninggalkan beberapa figur berpengalaman demi skuat yang lebih muda, kombinasi mereka di turnamen ini di depan Sergio Busquets bisa menjadi penanda era dominasi lainnya bagi juara dunia 2010.

Gavi, 18, telah dipenuhi dengan pujian tetapi bintangnya harus naik lebih tinggi lagi selama beberapa minggu ke depan.

  1. Charles De Ketelaere (Belgia)

Menjalani musim debut di Serie A bersama AC Milan yang belum begitu memuaskan seperti yang diharapkan. De Ketelaere akan mendapat tantangan lebih berat menembus Starting XI Roberto Martinez.

Kans bagi De Ketelaere tetap terbuka, terutama karena ia dianggap sebagai salah satu calon bintang baru Belgia setelah era generasi emas Belgia memasuki penghujung karir mereka. (edisi/pojoksatu)

Comment