KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan dan permasalahan sampah kepada pelajar dan nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi bersih laut dan sosialisasi.
Kegiatan tersebut juga, dalam rangka Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut tahun 2022, bertempat di Anjungan Teluk Kendari, Kamis (27/10/2022).
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sultra, La Ode Kardini mengatakan bahwa, Bulan Cinta Laut tersebut merupakan program Pemerintah Republik Indonesia (RI), melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang menurutnya sangat luar biasa.
Karena kata dia, laut Sultra memiliki potensi yang cukup besar, yang akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga kebersihan laut merupakan kewajiban masyarakat untuk terus menjaga laut.
“Agar bagaimana laut ini bersih dan isi lautnya itu sehat, mulai dari ikan dan sebagainya serta ekosistemnya itu bisa sehat,” katanya.
Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan 20 atau 30 tahun yang lalu, bisa dirasakan potensi ikan yang sangat luar biasa jika dibandingkan dengan saat ini, perbedaan yang dirasakan sangat jauh.
“Sehingga mungkin, ini bisa menjadi pembelajaran buat kita semua agar bagaimana potensi tersebut bisa dijaga,” katanya.
Lanjut ia berharap di tahun 2022 ini, laut Indonesia khususnya Provinsi Sultra bisa menjadi bersih dan indah.
“Kalau lingkungan kita jaga, mudah-mudahan lingkungan juga jaga kita,” ucapnya.
Tempat sama, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Kendari, Syahril A. Raup mengatakan bahwa, khusus untuk Kota Kendari Gerakan Nasional Bulan Cinta Laut tersebut dipusatkan di tiga Kecamatan dan 8 delapan kelurahan.
Gerakan itu kata dia, sudah dimulai sejak 2 Oktober 2022, dengan melibatkan 105 nelayan. Dimana setiap hari para nelayan ketika melaut bisa menangkap ikan sambil mengumpulkan sampah.
“Nah, sampahnya ini ditimbang dan bernilai uang. Sampai sekarang itu jumlah sampahnya mencapai 6,2 ton, dari tanggal 2 Oktober 2022 sampai 26 Oktober kemarin,” ungkapnya.
“Kalau ditambah hari ini mungkin sudah bisa sampai 7 ton sampah. Hari ini adalah puncaknya yang dipusatkan di Anjungan wisata ini dengan kembali melibatkan nelayan ditambah dengan pelajar,” tambahnya.(**)
Comment