MUBAR, EDISIINDONESIA.id-Tak terasa kurang lebih 4 bulan sejak di lantik 27 Mei lalu oleh Gubernur Sultra Ali Mazi dalam tahun berjalan ini, Dr Bahri di percayakan memimpin pemerintahan di Bumi laworo Kabupaten Muna Barat. (MUBAR) Sulawesi Tenggara (Sultra) Mungkin haruslah diakui telah mampu meletakan dasar-dasar dan program pembangunan yang berbasis pada kebutuhan hidup masyarakat.
Menurut Juru Bicara Fajar Fariki Bahwa, Ide dan gagasan yang termanivestasi dalam wujud program kerja pada hakekatnya adalah bentuk political Will dari seorang pimpinan poltik pemeintahan yang memahami bentangan sosilogis kemasayarakatan dan mampu melihat secara jeli dan cerdas dalam memotret kebutuhan masyarakatnya, Selebrasi pikiran yang sarat dengan empati tehadap kebutuhan rakyat adalah sebuah bentuk tanggung jawab moral dan politik untuk membangun daerah yang sama sama kita cintai dalam berbagai aspek kehidupan.
“Ditangan Dr Bahri, setiap program yang diusulkan diyakini untuk kesejahteraan masyarakat Muna Barat,dan dipastikan akan berdampak positif buat kemaslahatan umat,” kata Fajar Fariki, Rabu (28/9/2022).
Lanjut Ia, Hadirnya Dr Bahri sebagai PJ Bupati Muna Barat,Itu adalah sebagai bentuk solusi alternatif untuk menghasilkan formulasi dari kebijakan strategis dalam
upaya pembenahan dalam mengatasi masalah masalah kerakyatan.
“Ini mulai terlihat dan terasa dari penataan pelayanan dasar pada sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis,pekerjaaan umum,sosial dan kemsayarakatan,Selanjutnya perlindungan sosial berupa UHC 100 persen, kemiskinan ekstrem melalui BLT APBD,”Ujar mantan Lurah Sidodadi itu.
Demikian pula ditingkatan perekonomian yakni pertanian cetak sawah, jagung dan memperbaiki saluran (primer, tersier, dan sekunder). Investasi jagung kuning dan ubi untuk tapioka.
Selanjutnya menurut Mantan kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Muna ini, dibidang perkebunan dan peternakan,perikanan peralatan tangkap dan budidaya,Semua bagi Dr Bahri itu adalah sebuah program yang telah disusun secara acak dan terinspirasi dari kebutuhan rakyat, “Insyallah semua program pembangunan yang sudah di letakan ini, akan mulai dikerjakan awal pada perubahan anggaran tahun APBD 2022 dan akan dilanjutkan tahun 2023 mendatang”.
Program berbasis basic Needs, secara politik ini adalah desain program pembangunan yang disetting oleh Alumni STPDN 07 jati Nangor Bandung Jawa Barat ini, dapat di katakan sebagai skema pembangunan yang berpiijak pada sistim demokrasi konstitusional dan tata kelolanya. Artinya, gagasan program pembangunan terinspirasi pada kebutuhan dasar dan vital bagi rakyat dalam arti yang sesungguhnya. serta meletakan entitas rakyat sebagai aktor utama dari tujuan pembangunan.
Ia menambahkan,Cara pengelolaan pembangunan yang bertumpuh pada kebutuhan rakyat ini sebagai langkah kongrit mewujudkan kedaulatan rakyat,”Olehnya itu karena itu saya ingin menyatakan bahwa Pj Bupati Mubar Dr Bahri dalam mendrive pemerintahan dibumi Laworo yang menyangkut, aspek, sosial kemasyarakatan dan pemerintahan telah mengunakan asas demokrasi konstitusional dalam implementasi pembangunan dan berpemeritahan.
“Untuk itu mari kita sama_sama bergandeng tangan serta bersinergi untuk memberi suport dan dukungan bagi DR Bahri untuk menggelorakan pembangunan di daerah ini demi mewujudkan masyarakat Muna Barat yang kuat serta lebih baik dimasa depan serta bisa bersaing dengan daerah lain di bumi anoa ini”,Pungkas Juru Bicara Fajar Fariki. (**)
Comment