Gegara Piutang, IRT DitemukanTewas Tergantung dan Dua Anaknya

EDISIINDONESIA.id- Seorang ibu rumah tangga atau IRT ditemukan dalam kondisi tergantung di kusen pintu di Pinrang. Diduga bunuh diri. Dia meninggalkan sebuah buku catatan.

Dua anaknya juga ditemukan tak bernyawa dalam posisi tidur berjejer beralas bantal dan diselimuti di ruang tamu. Usianya masih sangat belia. MD berusia 8 tahun dan MN berusia 5 tahun.

Kasus dugaan bunuh diri ini terjadi di Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Senin (19/9/2022). Polisi belum menentukan motif dugaan bunuh diri tersebut, tetapi diduga terkait utang piutang.

Camat Tiroang, Ansaruddin Maramat menuturkan, hubungan BR dan suaminya, Samad terlihat cukup harmonis oleh tetangganya. Kasus dugaan bunuh diri ini diduga terkait utang piutang.

Ansaruddin Maramat menduga motif tersebut karena BR meninggalkan buku catatan. Buku tersebut berisi nama dan nominal uang.

”Sepertinya terkait utang piutang, karena BR simpan itu buku catatan. Cuma saya tidak tahu pasti, apakah itu utangnya, utang suaminya, atau utang orang sama mereka,” tuturnya.

BR yang ditemukan tergantung di kusen pintu dalam rumahnya di Pinrang, Sulsel, dikenal baik hati oleh tetangganya. Tak jarang membagikan telur.

Camat Tiroang, Ansaruddin Maramat menuturkan, BR bersama suaminya merupakan petani yang juga peternak bebek. Warga Kelurahan Fakkie, Kecamatan Tiroang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan itu terlihat damai dalam kehidupan rumah tangganya.

BR juga dikenal sebagai ibu rumah tangga (IRT) yang ramah dengan tetangga. Bahkan tidak jarang membagi-bagikan telur bebek ke tetangga.

Sebelum ditemukan dalam kondisi tergantung di kusen pintu, BR meminta suaminya, Samad, untuk ke luar rumah. Tujuannya menagih utang. Jarum jam saat itu menunjuk sekitar pukul 08.00 wita.

Penuturan Camat Tiroang, Ansaruddin Maramat, berselang tiga jam, pulang ke rumah dan mendapati istri dan dua anaknya sudah tidak bernyawa.

”Dia bilang, istrinya minta dia untuk pergi tagih utang. Pas pulang sekitar jam 11 siang, Samad ketuk-ketuk pintu. Samad panggil-panggil, tapi tidak ada respons dari dalam. Akhirnya dia dobrak pintu. Dia lihat mi kondisi istri dan anaknya,” ujarnya kepada

Samad yang panik lalu berteriak meminta bantuan warga untuk menurunkan istrinya, BR, yang dalam kondisi tergantung.

Ansar mengatakan, hubungan Samad dan istrinya baik-baik saja. BR juga dikenal sebagai ibu rumah tangga (IRT) yang ramah dengan tetangga.

Kapolres Pinrang AKBP Moh Roni Mustofa mengatakan, motif kematian tiga orang tersebut belum bisa disimpulkan. Personel Satreskrim Pinrang tengah melakukan pendalaman. (edisi/fajar)

Comment