Diduga Cabuli Siswi SMA, Anak Oknum Anggota Pol PP Wakatobi Dipolisikan

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – AR (16) pelajar yang masih duduk disalah satu bangku sekolah SMA di Kabupaten Wakatobi, diduga menjadi korban pencabulan oleh AF (22).

Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Wangi-wangi Selatan oleh korban didampingi pihak keluarga pada 2 Agustus 2022.

Pelaku AF diketahui merupakan anak dari Haerudin, Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah, pada kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Wakatobi.

Pelaku juga diketahui saat ini bekerja sebagai tenaga honorer di kantor Dinas Pajak Kabupaten Wakatobi.

Dikonfirmasi, Kapolsek Wangi-wangi Selatan, Ipda Hadi Purnama membenarkan pihaknya telah menerima laporan tersebut sesuai Nomor: LP/31/VIII/2022/Sultra/Res Wakatobi/Sek Wangi-wangi Selatan.

Ipda Hadi menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu tanggal 23 Juli 2022 sekitar pukul 14.00 wita diseputaran taman motika, Kelurahan Mandati 3, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.

Dia menjelaskan kronologi kejadian, saat korban pulang sekolah, tiba-tiba datang pelaku dari arah belakang menggunakan mobil sambil bertanya kepada korban sebanyak tiga kali bahwa apakah anak sekolah sudah pulang.

“Setelah korban menjawab iya sudah sambil menoleh ke arah pelaku, posisi alat kelaminnya (pelaku-red) sudah keluar tapi dia didalam mobil, korban diluar,” jelasnya, Selasa (9/8/2022).

Ditambahkan Hadi, peristiwanya serupa sebenarnya telah dua kali dilakukan oleh pelaku terhadap korban dilokasi berbeda.

Selain AR terdapat pula dua korban lainnya yang yang telah diambil keterangannya oleh penyidik sebagai saksi.

“Perbuatannya itu asusila. Pasal yang kita terapkan pasal 281 ayat 2, terjadinya kesusilaan tidak atas kehendak korban. Pelaku tetancaman pidana kurungan 2 tahun 8 bulan,” ucapnya.

Kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Alat bukti semua sudah cukup.

“Kita sudah periksa dari pihak korban, ada dua saksi kemudian pengakuan pelaku sendiri,” bebernya.

Dikonfirmasi, Haerudin selaku ayah pelaku tidak memberikan tanggapan.

“Mohon maaf saya tidak bisa menanggapi,” ujarnya.(**)

Comment