Diduga Monopoli Jety PT KSI, Masyarakat Dua Desa di Kolut Demo di DPRD

KOLUT, EDISIINDONESIA.com- Aliansi Masyarakat Desa Lambai dan Desa Woitombo Kecamatan Lambai, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Provinsi Sulawesi tenggara (Sultra) mengelar aksi demonstrasi di kantor DPRD Kolaka Utara pada Kamis (16/05/22).

Para pendemo dari dua desa tersebut mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Tambang Bersama dengan IKAMI Sulsel Cabang Kolaka Utara, mereka membawah aspirasi terkait dugaan oknum yang memonopoli pengoperasian Jety PT Kasmar Samudera Indonesia (KSI) yang berada di Desa Woitombo

Ketua IKAMI Sulsel, Mahdanur Basri dalam orasinya mengatakan, masyarakat yang hadir pada aksi tersebut betul- betul murni masyarakat Lambai dan Woitombo yang mendukung kegiatan pertambangan.

“Aksi hari ini murni masyarakat lambai yang bergerak, bukan mereka yang aksi di Kolaka di kantor Syahbandar yang mengatas namakan masyarakat, mereka itu aksi hanya kepentingan pribadi,” kata Mahdanur dalam orasinya.

Sementara itu. Jenderal Lapangan Ainul Yaqin juga mengatakan, masyarakat yang berada di kecamatan Lambai itu tidak dipungkiri mereka berpenghasilan dari aktivitas pertambangan.

“Maka dari itu, kalau kegiatan tambang di tutup anak dan istri mereka mau makan apa,”katanya.

Di tempat yang sama, Agus salah satu masyarakat dari desa Lambai mengungkapkan pihaknya tidak mengakui adanya aksi yang di lakukan oleh oknum lembaga di kantor Syahbandar Kolaka yang mengatas namakan masyarakat Lambai dan Woitombo yang ingin menutup kegiatan tambang di wilayah tersebut.

“Justru kami masyarakat Desa Lambai dan Woitombo sangat merasa terbantu dengan adanya aktivitas pertambangan yang ada di desa kami,” tuturnya

Sementara itu perwakilan anggota Komisi III DPRD Kolaka Utara, Muhammad Syair.S,Sos, menanggapi terkait aspirasi masyarakat dalam aksi Demonstran tersebut mengatakan, pihaknya sangat merespon dan akan memperjuangkan keinginan masyarakat.

Namun soal jetty, lanjut Muhammad Syair, yang menjadi polemik belum bisa memberikan tanggapan karena terlebih dahulu pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Syahbandar terkait kegiatan pertambangan yang ada di Kolaka Utara.

“Kami atas nama DPRD Kolaka Utara mendukung secara moral dan lembaga tentang kegiatan pertambangan yang ada di desa tersebut, namum persoalan pemblokiran jetty atau aktivitas yang ada di desa Lambai dan Woitombo kami akan konsultasi dulu dengan pihak Syahbandar,” tandasnya.

“Kalau di Desa Woitombo ini tidak di beri jalan mulus, sementara yang lain di beri jalan mulus maka saya akan sampaikan ke Syahbandar lebih baik sekalian di tutup saja semua kegiatannya,” terangnya. (**)

Berikut Tuntutan Masyarakat di dua desa di Kolut

  1. Kami Masyarakat Kolut Mendukung Penuh Kegiatan Pertambangan Di Kolut.
  2. Kami Masyarakat Kolut Menolak Korporasi Monopoli Di Kolut.
  3. Meminta Kepada Kapolres Kolut Mengusut Tuntas Dugaan Oknum Lsm/Media yang Selalu Mengatas Namakan Masyarakat, Karena itu Meresahkan Masyarakat dan Pengusaha.
  4. Kami Menghimbau Masyarakat Melaporkan ke Aparat Penegak Hukum dalam Hal ini Kepolisian jika Mengatas Namakan Oknum Menjual Gerakan Atas Nama Masyarakat.

Comment