Mubar Raih Penghargaan Eradikasi Frambusia dari Kemenkes RI, Pj Bupati Beri Apresiasi

Pj Bupati Muna Barat, Bahri bersama Kadis Kesehatan Ishar Masiala berpose memegang Penghargaan Sertifikat dari Kementerian Kesehatan RI. (Foto: Safar/EI)

MUBAR, EDISIINDONESIA.com – Penjabat (Pj) Bupati Muna Barat (Mubar) Bahri mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat atas penghargaan dan sertifikat Eradikasi Frambusia dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, di Deluxe Class Building – Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 30 Mei 2022 lalu.

Eradikasi Frambusia merupakan upaya pembasmian berkelanjutan untuk menghilangkan frambusia secara permanen. Sehingga tidak menjadi masalah kesehatan secara nasional.

“Penghargaan ini berkat kersama kita semua khususnya dinas kesehatan beserta jajarannya kita sudah  dinyakatan sudah mendapatkan penghargaan sertifikat kabupaten kota bebas frambusia ini diberikan kabupaten Muna Barat,” ujarnya, Senin (13/6/22).

Frambusia ini adalah penyakit menular antar manusia yang menyebabkan infeksi kronis bakteri treponema pertenue  dan pada umumnya terlihat sebagai lesi pada kulit serta dapat menyebabkan cacat pada tulang.

“Jadi kita sudah dianggap daerah yang  bebas dari penyakit frambusia. Luar biasa ini kinerja, kinerja ini adalah kinerja kita semua saya memberikan apresiasi terhadap ini dan harus kita pertahankan sebagai kabupaten yang bebas dari penyakit frambusia,” tambah Pj Bupati.

Terpisah Kadis Kesehatan Mubar, Ishar Masiala pun menjelaskan indikator bebas dari frambusia hingga suatu daerag mendapatkan penghargaan serta sertifikat tersebut.

“Kemarin kita seperti ujian dimana dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) itu semua puskesmas dokter puskesmas dari program frambusi diadakan dialog diuji dan diberikan pertanyaan dan kita jawab sehingga kita mereka memberikan pernyataan bahwa muna barat bebas dari penyakit frambusia,” ujar Kadis..

Penyakit frambusia ini tidak memilih usia karena penyakit menular,dengan  lingkungan kita yang makin besrsih maka kita bebas dari ancaman penyakit frambusia,

Untuk diketahui Sesulawesi tenggara yang mendapatkan bebas frambusia ini dari 17 kabupaten kota hanya dua kabupaten yakni Muna Barat dan Kota Baubau.

“Untuk mempertahankan penghargaan dan sertifikat ini kita terus melakukan pemantauan kemasyarakat dan kemudian tetap eradikasi frambusia dan  tatap berbaiki sanitasi kita,” pungkasnya. (**)

Comment