Surunuddin Dangga Dukung AJP Maju Pilwali Kendari

Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga. (Foto: dok. Istimewa)

KONSEL, EDISIINDONESIA.com – Nama Aksan Jaya Putra tidak asing di telinga masyarakat kota Kendari maupun Sulawesi Tenggara (Sultra) pada umumnya.

Di era tahun 1990 hingga 2000-an, nama Aksan dikenal merupakan sosok pengusaha yang eksis disejumlah bidang konstruksi.

Aksan Jaya Putra atau yang di kenal dengan akronim AJP, merupakan putra dari Bupati Konawe Selatan (Konsel), Surunuddin Dangga yang saat ini menjabat untuk periode 2016 – 2021.

Dengan banyaknya pengalaman, AJP pun berhasil duduk di kursi DPRD Sultra periode 2019-2024, meraih suara tertinggi dengan perolehan 13.659 suara.

Namun, karir dan pengabdian AJP tentu tak berhenti disitu saja, saat ini, dirinya telah menyatakan kesiapan maju di Pilwali Kendari 2024.

Jika AJP akan meniti karir pada helatan Pilwali Kendari mendatang, Bupati Konsel, Surunuddin Dangga memberikan dukungan penuh untuk sang putra.

“Pandangan saya anak-anak saya sudah dewasa dan sudah saya bekali. Saya tidak mungkin melarang dan pada akhirnya masyarakat yang menilai. Tapi kalau saya menyuruh-nyuruh saya tidak seperti itu,” ujar Surunuddin, Selasa (8/6/2022).

Surunuddin menilai dengan zaman kontestasi politik yang terbuka siapapun bisa berkompetisi.

“Silahkan. Jika memiliki kemampuan Sumber Daya Manusia dan kemasyarakatan bagus silahkan,” tuturnya.

Aksan Jaya Putra (AJP). (Foto: dok. Istimewa)

Surunuddin mengatakan langkah AJP di dunia politik hingga menjadi anggota DPRD Provinsi pada pemilihan legislatif 2019 lalu pun tanpa tendensi darinya.

“Mengalir seperti adanya. Begitupun pada saudara-saudaranya,” ujar Surunuddin.

Meski begitu, Surunuddin berpesan berpolitik harus memiliki etika.

“Saya hanya pesan berpolitik dengan etika. Tidak menghujat orang, santun, menghargai kawan maupun lawan. Jangan anggap persaingan sebagian dari musuh. Ambil contoh dari saya sendiri. Kalah menang biasa saja. Kalau saya kalah saya hormat, kalau menang tetap menghargai. Politik ini tidak abadi. Sebentar kontestasinya selesai kita berteman lagi,” paparnya. (**)

Comment