KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar ekspose satu tahun KADIN Sultra di bawah kepemimpinan Anton Timbang (AT), Rabu (30/3/2022).
Kegiatan yang digelar disalah satu hotel di Kota Kendari itu dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi, sejumlah Bupati dan Wali Kota, Pimpinan Universitas, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sultra, Dewan Penasehat dan Dewan Pertimbangan KADIN Sultra, Ketua KADIN Kabupaten/Kota, dan nampak pula beberapa ketua asosiasi pengusaha.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum KADIN Sultra, Anton Timbang membuka sambutan dengan mengenang dua sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap organisasi tersebut hingga akhir hayatnya. Khususnya di balik layar kesuksesan Munas KADIN ke-8 di Sultra lalu.
Dua sosok itu adalah Almarhumah Agista Ariany dan Almarhum Yani Muluk.
“Mungkin banyak yang tidak mengetahui kedekatan saya dengan Almarhumah ibu Agista. Di tengah kesibukannya mendampingi bapak Gubernur kala itu, tidak pernah ada hambatan jika saya perlu berdiskusi via telepon ataupun bertemu langsung dengan beliau,” ujar Anton.
“Salah satu yang berkesan, setiap bertemu di rumah jabatan gubernur atau rumah kediaman beliau di Jakarta, selalu menawarkan makanan yang beliau siapkan sendiri. Itulah salah satu yang sangat membekas di hati saya,” lanjutnya.
“Yang kedua, kakanda kita, Almarhum Yani Muluk. beliau adalah ketua panitia acara pelantikan saya sebagai Ketua Umum KADIN 1 tahun yang lalu. Kanda Yani Muluk juga Ketua Panitia Daerah dalam pelaksanaan Munas KADIN ke-8 di bulan Juni yang lalu. Kita semua mengenal sosok kanda yani muluk yang sangat hamble dan humoris namun sangat bijaksana,” tambah AT.
Dalam kesempatan itu, AT itu pun mengajak hadirin untuk berdoa bersama, memohon agar keduanya dapat diberi tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.
Lanjut Anton, dalam kurun waktu setahun memimpin KADIN Sultra, dirinya menyebut banyak dinamika yang terjadi namun dibalik itu, banyak hal pula yang telah sukses dilakukannya.
Namun kata Dewan Pembina BPW HIMAPINDO Sultra itu, masih ada sejumlah poin yang perlu kita sempurnakan dan tingkatkan.
“Refleksi adalah cara kita melihat kembali apa yang telah dilakukan, atas dasar itulah kita melakukan koreksi dan evaluasi untuk menyusun program kerja dan strategi yang diperlukan selanjutnya,” papar pria yang juga menjabat Ketua IMI Sultra itu
Dalam momen tersebut, AT juga menyebut pandemi COVID-19 yang terjadi beberapa tahun ke belakang berdampak signifikan terhadap penurunan perekonomian daerah hingga nasional.
“Setelah 2,5 tahun kondisi perekonomian kita mengalami keterpurukan hingga sempat mencapai pertumbuhan negatif minus 0,65% di tahun 2020 akibat pandemi COVID-19, namun sejak tahun 2021 telah mulai tumbuh positif 4,1 persen. Namun kondisi tersebut belum cukup ideal dimana pertumbuhan ekonomi sultra sebelum pandemi mencapai 6–7 persen,” urainya.
Bahkan, rencana pemerintah yang akan lebih melonggarkan aktivitas dan mengubah status pandemi menjadi endemi mendapat respons positif dari pihaknya. Bahkan AT berharap penurunan status bisa dipercepat. Karena akan membangkitkan dunia usaha yang sudah banyak kolaps akibat efek domino pandemi.
“Alhamdulillah, saat ini status pandemi COVID-19 telah berubah menjadi endemi, sehingga kita perlu secepatnya melakukan reposisi, bangkit bersama, melibatkan UMKM dan semua pelaku usaha. Komunikasi yang intensif terus kita lakukan dengan pemerintah, otoritas keuangan, akademisi dan stakeholders lainnya,” timpal mantan Ketua DPD Gerindra Sultra itu.
Untuk diketahui, ekspose satu tahun KADIN Sultra bersama AT merupakan penutup acara dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak pagi hari, dengan penandatanganan MoU, kemudian dilanjukan dengan talk show ‘Bincang Investasi Sultra’.
Untuk memeriahkan ekspose tersebut, KADIN Sultra juga menghadirkan 6 artis papan atas Indonesia untuk menghibur jalannya kegiatan. Mereka ialah Wulan KDI 3, Pasha Ungu, Fildan DA 4, Mita Talahatu, Raim La Ode Suca 4 dan T-Koes band. (**)
Comment