WAKATOBI, EDISIINDONESIA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Wakatobi, La Jumaddin, akhirnya angkat bicara soal adanya kejanggalan pemecatan Zakaria dari Dirut Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang dilakukan oleh Bupati Wakatobi, Haliana beberapa waktu lalu.
Diungkapkan Jumaddin, terjadi kesalahan fatal pada proses pemberhentian Zakaria yang tertuang dalam SK Bupati Wakatobi Nomor: 726 tentang pemberhentian Dirut dan Dirtek PDAM Kabupaten Wakatobi dan pengangkatan pelaksana tugas sementara Dirut PDAM Wakatobi.
Sekda Wakatobi dengan tegas menolak memberikan paraf dalam SK tersebut sebab menurut dia terjadi kesalahan konsideran.
“SK pemecatan Zakaria itu saya tidak mau paraf. Saya kasi tau yang bawa rubah dulu itu konsiderannya, landasan yuridis pengambilan keputusan Bupati. Karena menimbang, memperhatikan, memutuskan untuk menetapkan keputusan ini konsiderannya diganti bukan begini. Saya tidak mau paraf, sampaikan ke pak Bupati rubah dulu konsiderannya. Pak Sekda maunya konsiderannya seperti ini,” bebernya kepada Edisi Indonesia di ruang kerjanya, Selasa (15/3/2022).
Lanjut Jumaddin, SK tersebut lalu ditandatangani oleh Bupati Wakatobi tanpa melakukan koreksi konsideran seperti dimaksud.
“Ternyata tanpa baca pak Bupati bilang sini mi nanti habis itu baru bawa ke Sekda. Mana saya mau paraf sudah terlanjur SK itu keluar. Saya bilang yang di SK kan itu foto copy dulu saya mau lihat. Saya bawa ke pak Bupati. pak Bupati, bapak baca ini SK, bapak lihat ada parafku tidak, karna ada saran saya yang harusnya begini-begini. Katanya bagaimana kita mau cabut SK saya sudah terlanjur juga tanda tangan. Saya bilang kalau begitu siapkan perkara,” ungkapnya.
Kasus pemberhentian Zakaria dari Dirut PDAM saat ini tangah bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kendari dengan tergugat Bupati Wakatobi sesuai nomor perkara 578864PTUN421-022022J4Y.
Dengan begitu, Jumaddin berkeyakinan kuat bahwa perkara itu akan dimenangkan oleh Zakaria selaku penggugat.
“Dan kemungkinan itu kalau hitungan saya Zakaria itu peluang untuk menangnya 60 sampai 70 persen saya punya keyakinan. Kalau kemarin SK itu konsiderannya lain, peluang menangnya Zakaria kecil,” cetusnya. (**)
Comment