MUNA, EDISIINDONESIA.com – Penanganan dan pengelolaan sampah dalam Kota Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara belakangan ini tengah menjadi sorotan.
Pasalnya, sampah yang didominasi dari aneka bahan yang dibuang dari sisa-sisa aktifitas rumah tangga, tak kunjung diangkat oleh petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muna.
Usut punya usut, kabarnya pengelolaan sampah yang kian carut marut ini diduga akibat para petugas kebersihan termasuk sopir truk pengangkut sampah mogok kerja.
Untuk mencari tahu kebenaran informasi tersebut, awak Edisi Indonesia menyambangi kantor DLH setempat.
Sayangnya, Plt Kadis hingga pejabat terkait yang berkompeten untuk memberikan klarifikasi tidak berada di tempat.
“Pak Kadis lagi mengikuti rapat sepertinya. Kalau Sekretaris dan Kabid kemungkinan masih berada di lapangan,” ungkap salah seorang staf.
Terpisah, dihubungi via telepon, Sekretaris DLH Muna, La Bama menepis isu tenaga honorer petugas kebersihan mogok kerja.
“Tidak ada yang mogok. Tapi untuk lebih jelasnya nanti ketemu langsung saja sama pa Kadis atau bidang terkait.” singkat La Bama, Kamis (10/3/2022).
Pantauan Edisi Indonesia, seputaran jalan Jenderal Basuki Rachmat, sampah yang dibuang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang sudah disediakan, sampah menumpuk dan nyaris menyentuh badan jalan.
Tidak hanya itu, kotoran-kotoran tersebut mulai mengeluarkan bau menyengat dan dipenuhi belatung. Diperkirakan dua minggu sampah tersebut tidak diangkut. Tentu kondisi ini sangat mengganggu keindahan kota Raha. (**)
Comment