KONAWE, EDISIINDONESIA.id – Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten, Ulfiah angkat bicara atas insiden tenggelamnya tiga remaja di pantai batu gong yang mengakibatkan satu diantaranya meninggal dunia.
Kejadian itu terjadi pada Minggu (26/6/2022) sekira pukul 16.00 WITA Tiga remaja dikabarkan terseret ombak di pantai batu gong Desa Tombawatu, Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dalam kunjungannya di lokasi kejadian pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 hingga 23.00 WITA, Ulfiah lantang menyoroti kinerja Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe yang tidak pernah melakukan pemasangan papan larangan atau peringatan peringatan batas tempat pengunjung melakukan aktivitas di pantai batu gong.
Padahal, masih kata Ulfiah, di 2021 lalu pihak Kepolisian dan Basarnas Kendari talah meminta kepada dinas Pariwisata Konawe untuk diadakan plang peringatan batas bagi para pengunjung kepada perwakilan Dispar Konawe yang berada di pantai Batu Gong kala itu.
Wanita yang juga sebagai ketua Yayasan Anak Pantai Sejahtera (YAPS) ini menyampaikan bahwa keberadaan papan larangan atau peringatan batas tempat pengunjung mandi di laut sangat diperlukan, guna mencegah wisatawan mandi terlalu jauh dan diharapkan bisa mencegah terjadinya kecelakaan ketika ombak datang.
“Terakhir saat rapat dengan Dinas Pariwisata Konawe, saya sangat keras menghimbau untuk lebih meningkatkan kinerja dan lebih intens dalam hal kontrol destinasi pariwisata di Konawe. Karena sy menilai masih sangat kurang,” ungkapnya.
“Kejadian yang sama sekali kita tidak inginkan kembali terjadi di Pantai Batu Gong. Mestinya, kepada Dinas teknis untuk lebih intens turun kelapangan, jikapun SOP Destinasi belum bisa di berlakukan maksimal paling tidak kejadian naas yang berulang ini wajib menjadi perhatian Pemda Konawe memalui Dinas teknis yang membidangi,” sambungnya.
Dengan kejadian yang menyeret ketiga bocah di patai tersebut, Ulfiah meminta kepada dinas terkait agar segera melakukan tindak lanjut pemasangan plang peringatan tempat mana saja pengunjung boleh mandi.
Bahkan wanita kelahiran Desa Lalonggasumeeto, Kabupaten Konawe ini telah melaporkan hal tersebut kepada Ketua Komisi lll dan Ketua DPRD Konawe untuk melakukan pemanggilan terhadap Dinas Pariwisata guna mempertanyakan tindak lanjut dari kejadian ini, sehingga ada perhatian khusus.
Disela-sela kunjungannya, Ulfiah menghimbau kepada wisatawan disekitar agar tetap waspada dampak cuaca ekstrem di kawasan pantai Pantai yang berada di Kabupaten Konawe.
“Saya himbau untuk pengunjung, untuk selalu berhati-hati, jika anak-anak sedang mandi di laut harus terus diawasi. Agar ke depan tidak ada lagi kejadian serupa yang dialami wisatawan,” katanya.
Wanita yang dinobatkan sebagai tokoh perempuan Inspiratif ini juga mengucapkan terimakasih kepada pihak Kepolisian dan Basarnas Kendari serta masyarakat setempat yang telah melakukan pencarian terhadap korban.
“Alhamdulillah ananda Aisyah korban yang tenggelam telah ditemukan oleh Tim SAR gabungan. Saya ucapkan terima kasih kepada Polda Sultra, Polsek Lalonggasumeeto, Polsek Soropia dan Tim Basarnas Kendari,” ucapnya.
“Saya mengucapkan turut berbelah sungkawa sebesar besarnya kepada keluarga Korban. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran untuk kita semua,” pungkasnya. (**)
Comment