Nilai Tukar Rupiah Bertahan di Angka Rp17.827 Per Dolar AS Hari Ini

EDISIINDONESIA.id – Nilai tukar rupiah berhasil mengawali perdagangan pekan pertama Juni 2026 di zona hijau.

Penguatan mata uang Garuda terjadi di tengah perhatian investor terhadap perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang hingga kini masih berlangsung serta pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi.

Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (1/6/2026) pukul 09.40 WIB, rupiah di pasar spot terapresiasi 54 poin atau 0,30% ke level Rp 17.827 per dolar AS.

Penguatan tersebut terjadi setelah rupiah pada perdagangan sebelumnya, Jumat (29/5/2026), ditutup melemah 35 poin ke posisi Rp 17.881 per dolar AS.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS justru menunjukkan penguatan. Indeks yang mengukur pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang utama dunia itu naik 0,15% ke level 99,06.

Pelaku pasar masih memantau perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang dinilai menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar keuangan global.

Salah satu fokus perhatian investor adalah situasi di Selat Hormuz yang hingga kini masih dibayangi ketegangan akibat konflik yang belum sepenuhnya mereda.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, faktor geopolitik masih menjadi sentimen penting yang memengaruhi pergerakan dolar AS, rupiah, hingga harga emas dan komoditas lainnya.

Menurutnya, keputusan terkait kesepakatan damai antara pihak-pihak yang terlibat kini berada di tangan Presiden AS Donald Trump dan berpotensi diumumkan dalam waktu dekat.

Selain itu, Inggris melalui badan operasi perdagangan maritim juga masih memberikan peringatan kepada pelaku pelayaran internasional terkait pemberlakuan blokade militer di sejumlah pelabuhan Iran.

Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran di kawasan Teluk tetap menjadi perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi arus perdagangan global dan harga energi dunia.

Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini cenderung beragam. Aktivitas transaksi di kawasan juga relatif lebih sepi karena beberapa negara sedang menjalani libur nasional.

Pelaku pasar global saat ini masih menunggu kepastian hasil negosiasi antara AS dan Iran yang belum menghasilkan kesepakatan final.

Data terbaru menunjukkan dolar AS menguat 0,5% terhadap won Korea Selatan ke level 1.514,70 won per dolar AS. Sebaliknya, mata uang Negeri Paman Sam tersebut melemah 0,2% terhadap dolar Taiwan dan diperdagangkan di level 31,345 dolar Taiwan.

Investor diperkirakan akan terus mencermati perkembangan diplomatik AS-Iran dalam beberapa hari mendatang karena hasil negosiasi tersebut berpotensi memengaruhi pergerakan pasar keuangan global, mulai dari mata uang, saham, hingga komoditas. (edisi/bs)

Comment