MUNA, EDISIINDONESIA.id – Bupati Muna Bacrun bersama Ketua TP PKK, Sitti Leomo, Kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan Kapolsek Tampo, Ipda Amran melakukan panen perdana jagung kuning musim tanam November 2025-Februari 2026.
Panen hari ini, Jumat (27/2/2026), terasa berbeda bagi Bupati Muna. Jika biasanya hasil panen dari kelompok tani, tetapi kali ini merupakan hasil dari kelompok tani wartawan.
“Sebagai Bupati, saya merasa bangga dengan keterlibatan wartawan dalam mendukung program ketahanan pangan. Disela-sela kesibukan menjadi kuli tinta, wartawan masih bisa menyempatkan diri bertani. Apa yang dilakukan wartawan ini, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat,” pujinya.
Nah, dengan keterlibatan wartawan di sektor pertanian, ia lantas mengajak masyarakat untuk tidak gengsi untuk ikut bertani. Karena, buktinya saja, bukan petani, wartawan juga bisa bertani dengan mengahasilkan jagung kuning berton-ton.
“Saya mengajak masyarakat tak gengsi bertani, buktinya, wartawan saja bisa. Dan alhamdulillah membuahkan hasil apabila dikerjakan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Bupati Bachrun melanjutkan, saat ini kondisi pertanian jagung kuning di Bumi Sowite sudah menunjukan kemajuan signifikan. Salah satunya di Desa Wansugi, Kecamatan Kabangka, para petani yang melakukan penanaman mandiri telah menghasilkan jagung kuning sebanyak 8 ton.
“Tentunya, dengan biaya tanam dan hasil yang didapat, petani masih untung besar. Begitu juga dengan wartawan, paling tidak, mereka bisa tambah-tambah penghasilan,” Imbuhnya.
Sementara itu, ketua kelompok tani Wartawan, Naryo Kinong menerangkan, lahan yang ditanami jagung kuning itu, diolah akhir tahun 2024 lalu. Awal tahun 2025, mereka mencoba menanam jagung putih dan nilam. Namun, dalam perjalanannya gagal.
Tak patah arang, melihat peluang jagung kuning yang merupakan program Pemkab selaras dengan program Presiden Prabowo Subianto mereka lalu mencobanya.
“Awalnya kita sempat pesimis, karena takut gagal lagi. Namun, ternyata berhasil,” kata Naryo.
Naryo mengaku, luas lahan 1,5 hektare itu tidak semuanya ditanami jagung. Sebagian, ditanami kacang tanah dan sayuran. Nah, dari kurang lebih setengah hektare yang ditanami jagung, hasilnya kurang lebih dua ton. Dengan hasil ini, mereka bisa mendapatkan keuntungan yang bisa membuat dapur berasap.
“Alhamdulillah, jagung yang dipanen langsung dibeli dengan harga Rp 6.000 perKg,” sebutnya.
Usai panen ini, mereka sudah merencanakan kembali menanam dengan jumlah luasan 1,5 hektare. Mereka akan menaman jagung secara menyeluruh dengan tumpang sari kacang tanah dan sayuran labu.
“InsyaAllah, usai lebaran, kita kembali menanam. Bibit, kita sudah siapkan,” Pungkasnya.
Bermodalkan pendampingan dari Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Perkebunan (DTPHP), penyuluh pertanian dan Polsek Tampo Polres Muna, beberapa wartawan yang tergabung dalam kelompok tani Perjuangan memanfaatkan lahan tidur seluas 1,5 hektare di Desa Labunti, Kecamatan Lasalepa. (**)
Comment