Wa Ode Intan Kurniawati jadi Peraih Gelar Doktor Ilmu Hukum Termuda di Butur

BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Wanita muda asal Kabupaten Buton Utara (Butur), Wa Ode Intan Kurniawati berhasil memperoleh promosi Doktor Ilmu Hukum di Universitas Hasanuddin Makassar pada 23 September 2025.

Intan, sapaan akrab Dr. Wa Ode Intan Kurniawati, S.H., M.H, meraih gelarnya dalam jangka waktu 2 tahun 7 bulan dengan IPK 3,95.

Dengan menyelesaikan pendidikan Doktoral di usia 32 tahun, menjadikan Intan sebegai Doktor Ilmu Hukum termuda di daerahnya Kabupaten Butur.

Intan mengaku banyak tantangan yang dihadapi ketika selama proses studi S3. Karena S3 merupakan tingkat pendidikan tertinggi, ia tentu telah mepersiapkan mental, pikiran, tenaga dan materi.

“Pernah ingin menyerah dalam menjalani proses S3 saat itu, tapi teringat kembali, kalau saya sungguh-sungguh pasti bisa sampai di titik akhir, dan alhamdulillah saya bisa tunjukkan bisa lulus dalam jangka waktu 2 tahun 7 bulan dengan IPK 3,95,” kata Intan saat dihubungi oleh Wartawan Media ini, Kamis (25/9/2025).

Dengan begitu viralnya aktivitas tambang di Sulawesi Tenggara (Sultra), Intan mengangkat judul “Pengaturan hak atas tanah sebagai saham dalam perusahaan pemegang izin usaha pertambangan”. Adapun novelty disertasinya yaitu tanah masyarakat dapat dijadikan saham dalam wilayah pertambangan.

“Harapan saya semoga ke depannya novelty ini dapat dimasukkan dalam regulasi yang sudah ada untuk dilakukan perubahan agar masyarakat dapat sejahtera,” ungkapnya.

Menjadi Doktor wanita termuda Ilmu Hukum di Kabupaten Butur, dirinya ingin memberi kontribusi nyata lewat ilmu, menjadi inspirasi bagi generasi muda, serta membawa perubahan positif bagi semua masyarakat khususnya untuk masalah yang sering terjadi di wilayah pertambangan.

Ia juga berpesan kepada generasi muda untuk terus belajar dengan konsisten, gunakan teknologi dengan bijak untuk memperluas pengetahuan.

“Jangan pernah takut bertanya dan terus ingin tahu, dan yang paling utama yakni menjaga kesehatan mental dan fisik agar fokus pada ilmu pengetahuan yang didapat,” imbuhnya.

“Pesan untuk Gen Z, sekolah bukan sekadar kewajiban, tapi investasi untuk masa depan.Teruslah belajar bahkan hingga tingkat tertinggi, bukan untuk gelar semata, tapi agar kamu bisa berdampak lebih besar bagi diri sendiri dan dunia,” pungkas Intan. (**)

Comment