KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, melantik Arinta Andi Sumangerukka sebagai Bunda PAUD dan Bunda Literasi Provinsi Sultra.
Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur. Gubernur secara resmi menyematkan pin dan selempang kepada Arinta Andi Sumangerukka sebagai simbol pengukuhan.
Pada kesempatan yang sama, 17 Bunda PAUD dan Bunda Literasi dari kabupaten/kota se-Sultra juga dilantik. Proses pelantikan meliputi pembacaan Surat Keputusan, pengucapan ikrar, penandatanganan berita acara, dan penyematan selempang.
Pengukuhan ini menandai langkah awal penguatan peran strategis Bunda PAUD dan Bunda Literasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) dan budaya literasi di Sultra, demi mewujudkan generasi emas Indonesia.
Acara dihadiri oleh tokoh penting, termasuk istri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktur PAUD, Ketua DPRD Provinsi Sultra, Forkopimda Sultra, perwakilan Ketua Pengadilan Tinggi Sultra, Danlanal Kendari, Danlanud Haluoleo, para bupati dan wali kota se-Sultra, Ketua PKK Provinsi Sultra (sekaligus Bunda PAUD/Bunda Literasi), Ketua DWP Sultra, Ibu Ratna Lada Hugua, dan pejabat pimpinan Pratama lingkup Pemprov Sultra.
Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya PAUD sebagai fondasi pembangunan SDM unggul. Ia menyoroti pentingnya perhatian pada anak usia 0-6 tahun, karena kekurangan gizi dan stimulasi yang memadai dapat menyebabkan stunting dan kerugian bagi generasi mendatang.
Gubernur juga menyinggung kurangnya sekitar 300 lembaga PAUD dari total 2.285 desa di Sultra, menekankan perlunya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatasi kekurangan ini.
Ia menghubungkan kualitas SDM dengan pendidikan dasar yang kuat, mengingatkan bahwa kurangnya akses pendidikan sejak dini dapat berdampak pada kinerja ASN di masa depan. Gubernur berharap adanya kerja sama semua pihak untuk memastikan pendidikan yang layak, berkualitas, dan merata bagi anak-anak Sultra.
Arinta Andi Sumangerukka, dalam sambutannya, mengajak seluruh Bunda PAUD dan Bunda Literasi kabupaten/kota untuk bersinergi dalam mengawal tumbuh kembang anak usia dini menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menekankan peran Bunda PAUD sebagai mitra strategis dalam memastikan layanan PAUD yang berkualitas, holistik, dan integratif.
Arinta juga mengajak untuk aktif melaporkan perkembangan kegiatan kepada Bunda PAUD tingkat provinsi, dan berharap setiap Bunda PAUD menjadi penggerak perubahan dalam menciptakan generasi yang cerdas, sehat, dan berdaya saing.
Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unit Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nurul Mazidah, menambahkan pentingnya peran Bunda PAUD dalam menggerakkan potensi sumber daya di masing-masing wilayah.
Ia berharap para Bunda PAUD dapat menjadi lokomotif dalam mendorong keterlibatan aktif masyarakat untuk menyukseskan gerakan PAUD dan menjalin komunikasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan.(**)
Comment