EDISIINDONESIA.id – Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menegaskan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tidak boleh menggantikan peran manusia dalam komunikasi karena teknologi itu hanya berfungsi untuk mempercepat proses kerja.
Benny menegaskan itu dalam Seminar Komunikasi dan Kehumasan bertajuk “Banjarmasin untuk Indonesia: Kolaborasi Strategis Humas di Era Digital dan Keberlanjutan” yang digelar Perhumas di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad AL Banjarbari, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu.
Dalam seminar itu, Benny membahas terkait perkembangan teknologi dan implikasinya terhadap praktik komunikasi modern di tengah perubahan global yang semakin cepat dan kompleks.
“AI kini mampu membantu berbagai aktivitas, mulai dari pengolahan data, penyusunan informasi, hingga simulasi percakapan yang menyerupai interaksi manusia dalam berbagai situasi profesional,” katanya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa teknologi tersebut tidak memiliki otoritas dalam menentukan keputusan, karena hanya menyajikan opsi berbasis algoritma tanpa mempertimbangkan aspek nilai dan tanggung jawab manusia.
Dalam dunia jurnalistik, dia menilai penggunaan AI semakin luas untuk mendukung produksi berita, terutama dalam mempercepat pengumpulan dan pengolahan informasi yang dibutuhkan oleh redaksi.
Meski begitu, Benny menegaskan bahwa aspek penilaian, verifikasi, serta penentuan sudut pandang tetap menjadi tanggung jawab jurnalis sebagai pengambil keputusan utama dalam proses pemberitaan.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat, dengan peningkatan kemampuan algoritma yang signifikan dalam kurun waktu tertentu dan terus menghasilkan berbagai alternatif keputusan.
Menurut dia, kondisi tersebut menuntut pemahaman yang kuat dari pengguna agar tidak bergantung sepenuhnya pada teknologi dalam menentukan arah komunikasi dan pengambilan kebijakan.
“Manusia harus tetap menjadi pengendali utama, sementara AI ditempatkan sebagai alat bantu yang memperkuat efisiensi kerja tanpa menggantikan peran strategis dalam komunikasi,” ujar Benny. (edisi/antara)
Comment