BUTUR, EDISIINDONESIA.id– Wakil Bupati Buton Utara (Butur), Rahman, membuka Pameran Budaya di Warkop RR, Kelurahan Wandaka, Kecamatan Kulisusu, pada Senin, (30/6/2025).
Digelar oleh Pusat Studi dan Pelestarian Budaya Kabupaten Buton Utara (PSPB-BUTUR) dari tanggal 30 Juni hingga 2 Juli 2025, pameran bertema “Mengenal Sejarah dan Budaya Buton Utara” ini merupakan bagian dari perayaan HUT Kabupaten ke-18.
Dalam sambutannya, Wabup Rahman menekankan pentingnya pameran ini sebagai langkah nyata memperkenalkan sejarah dan budaya Butur, sekaligus memperkuat identitas daerah.
Ia mengapresiasi kreativitas para pemerhati budaya, khususnya keterlibatan pelajar dalam kegiatan ini.
Wabup Rahman menyoroti ancaman budaya lokal akibat globalisasi, modernisasi, dan urbanisasi yang menyebabkan tradisi dan kearifan lokal ditinggalkan generasi muda.
Pameran ini, menurutnya, menjadi edukasi penting, terutama bagi generasi muda yang minim pengetahuan tentang sejarah dan budaya daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya pelestarian bahasa Kulisusu sebagai identitas budaya Butur, menyarankan melalui Kepala Dinas Pendidikan agar bahasa Kulisusu diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai muatan lokal.
Wabup berharap pameran ini dapat menjadi agenda tahunan melalui kolaborasi antara pemerhati budaya, pemerintah daerah, dan lembaga adat.
Ketua PSPB, Azmadin, menjelaskan pameran ini terinspirasi dari minimnya pemahaman generasi muda tentang sejarah dan budaya Kulisusu. Ia mengungkapkan degradasi budaya Butur disebabkan minimnya ruang edukasi dan kurangnya dokumentasi sejarah.
Pameran menampilkan berbagai artefak, foto, dan dokumen yang menggambarkan sejarah dan budaya Butur, termasuk benda-benda peninggalan kolonial dan informasi tentang raja-raja Kulisusu.
Pameran dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Nasional Butur, perwakilan PTSP, anggota DPRD, peneliti bahasa dari Amerika Serikat, perwakilan PGRI, KNPI, Pramuka, kepala sekolah, guru, dan siswa SMA/SMP.(**)
Comment