WAKATOBI, EDISIINDONESIA.com – Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi, Hamiruddin didampingi sang istri dan sejumlah anggota fraksi Golkar bersama rombongan tim Hamiruddin Center (HMC) bertandang ke pulau Tomia, Senin (25/4/2022) kemarin.
Kunjungan tersebut dalam rangka safari Ramadan dengan menggandeng ustadz penceramah ke sejumlah masjid.
Dalam program Hamiruddin Center Peduli Wakatobi ini, Hamiruddin membagikan 1.000 paket lebaran berupa sembako kepada warga setempat serta memberikan bantuan dana ke pondok pesantren Tahfidz Al Falah kecamatan Tomia, dan Nurul Furqon Kecamatan Tomia timur.
Ketua DPRD Kabupaten Wakatobi Hamiruddin mengapresiasi pengasuh pondok pesantren hingga santri karena telah berpartisipasi dalam membentuk dan menanamkan karakter keagamaan kepada generasi muda Wakatobi.
“Saya mengajak pemerintah daerah agar bersama-sama mendukung pembangunan keagamaan baik dari sisi infrastruktur hingga kebijakan agar pesantren bisa tumbuh subur di Wakatobi,” tuturnya.
Sementara itu, pengasuh podok pesantren Nurul Furqon Tomia Timur, Ismail mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan oleh keluarga besar H. Hamiruddin karena telah ikut berpartisipasi dalam membesarkan pondok pesantren tersebut.
Apa lagi menurutnya, sejak pondok pesantren itu dibangun sejak 17 bulan lalu, ini merupakan kunjungan pertama pejabat di lokasi tersebut.
Pesantren tersebut terakhir mendapatkan bantuan dari Pemda Wakatobi pada masa pemerintahan mantan Bupati Wakatobi, Arhawi sebesar Rp200 juta.
“Ini akan menjadi motivasi kami, agar bagaimana kami lebih giat lagi terlibat dalam membangun keagamaan daerah ini,” ungkapnya.
Ismail mengungkapkan, pembangunan di bidang keagamaan di Wakatobi masih sangat tertinggal sehingga ia berharap kepada anggota dewan agar selalu mempertimbangkan sisi penganggaran dan perbaikan mutu pendidikan agama di Wakatobi.
Ketua fraksi Golkar sekaligus anggota dewan Dapil pulau Tomia, Muhammad Ali menerangkan pembangunan pondok pesantren merupakan hal yang utama di suatu daerah pariwisata, karena akan banyak budaya dari luar yang akan masuk di Wakatobi.
“Pondok pesantren ini menjadi filter. Bagaimana anak Wakatobi terkhusus Tomia bisa bersaing dan tidak terpengaruh dengan budaya dari luar,” paparnya.
Sebelumnya safari Ramadan digelar di pulau Binongko sekaligus melakukan pembagian paket sembako dari dana pribadi Hamiruddin. (**)
Comment