Ruksamin: Pohon Gamal, Energi Terbarukan untuk Kemandirian Energi Nasional

KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Asa Ruksamin, Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Tenggara, konsisten mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin kedua Asta Cita yang menekankan kemandirian bangsa melalui swasembada energi dan poin keempat tentang hilirisasi dan industrialisasi.

Beliau melihat potensi besar pohon gamal sebagai solusi untuk mencapai tujuan tersebut.

Dalam Seminar Nasional “Kajian Strategi Energi dan Hilirisasi dalam Mendukung Pembangunan Nasional” di Hotel Claro Kendari (20/6/2025), Ruksamin memaparkan konsep pemanfaatan pohon gamal sebagai energi terbarukan.

Ia menekankan potensi gamal sebagai bahan bakar biomassa untuk pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTB) dan co-firing PLTU, serta pengolahannya menjadi wood pellet atau woodchips untuk berbagai industri.

Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2023 tentang Pemanfaatan Bahan Bakar Biomassa.

Ruksamin menjelaskan bahwa pengembangan energi biomassa dari gamal merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menjawab tantangan perubahan iklim. Budidaya gamal juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat karena perawatannya yang mudah dan pertumbuhannya yang cepat.

Presiden Komisaris PT Sepium Energi Selaras ini menargetkan pembangunan pabrik pengolahan pohon gamal di Sulawesi Tenggara pada Agustus 2025, dengan mesin yang didatangkan langsung dari China.

Seminar tersebut dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Tenaga Ahli Kementerian ESDM RI Irwanuddin H.I Kulla, Tenaga Ahli Nuklir Kementerian ESDM RI Dr. Ir. Musri, M.T, Perwakilan PT Celebes Prof. Yuang Shang, Sekda Pemprov Sultra Asrun Lio, Kadin Sultra, dan DPP APNI.(**)

Comment