MALUKU, EDISIINDONESIA.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Buru, Maluku yang melakukan aksi unjuk rasa nyaris ricuh, di depan pintu masuk Depot Pertamina Namlea, Selasa (12/4).
Dalam aksinya, mahasiswa menyebut kenaikan harga dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kota Namlea, sebab banyak pengecer yang bermain harga BBM.
Pantauan media ini, aksi demonstrasi sempat memanas di depan pintu masuk Depot Pertamina Namlea, hal ini bermula ketika massa aksi tidak terima, sebab bukan pimpinan Pertamina Namlea langsung yang menerima mereka di depan pintu masuk tersebut.
Sehingga, ada salah satu oknum pegawai Pertamina yang memancing amarah massa aksi sehingga terjadi aksi saling dorong antara aparat keamanan dengan massa aksi, di depan pintu pagar masuk, dikarenakan massa aksi memaksa masuk.
Namun, beruntungnya pihak keamanan dari Polres Pulau Buru dan Satpol PP Kabupaten Buru mampu meredam situasi tersebut, sehingga amarah dari mahasiswa bisa terkontrol dengan baik.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Namlea, M Imran Barges meminta pegawai Pertamina agar tidak membenturkan massa aksi dengan pihak keamanan.
“Kami mohon dari pihak Pertamina jangan benturkan kami dengan pihak keamanan, jangan benturkan kami dengan pihak keamanan,” ucap Imran Barges.
Imran menjelaskan sudah banyak masalah yang terjadi di SPBU dan APMS yang disampaikan para orator di depan pintu masuk Depot Pertamina Namlea.
“Sudah cukup banyak yang kami sampaikan disini. Untuk itu, kami minta Direktur Pertamina untuk menemui kami disini untuk bicarakan dengan kami,” tutupnya.
Dalam aksi ini, ada beberapa poin tuntutan yang disampaikan diantaranya, menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) terutama pertalite karena mengakibatkan naiknya harga transportasi ojek dan meminta pemerintah agar menertibkan pengecer-pengecer BBM.
Selanjutnya, pihaknya meminta DPRD setempat untuk memanggil pihak Pertamina dan juga Disperindag untuk segera menetapkan harga BBM di tingkat pengecer.
Diikarenakan berdampak pada kehidupan sosial dan meminta pihak Pertamina untuk memperjelas terkait kelangkaan solar yang dimana diduga terdistribusi tampa adanya pengawasan. (**)
Comment