EDISIINDONESIA.com – Stres adalah respons tubuh terhadap berbagai hal yang dianggap berbahaya oleh pikiran kita.
Beberapa pemicu stres memang bisa mendorong kita untuk melakukan tindakan positif, seperti mencari pekerjaan saat dipecat.
Akan tetapi, terlalu banyak stres dapat menekan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan kita rentan jatuh sakit. Stres yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko banyak gejala fisik.
Pada gilirannya, gejala ini sering membuat Anda merasa cemas, khawatir.
Berikut gejala fisik yang timbul akibat stres, yang dikutip dar PMJ NEWS.
- Jerawat dan Eksim
Saat stres, kulit Anda sering berjerawat karena sekresi hormon stres kortisol. Kortisol meningkatkan produksi minyak dalam tubuh. Stres juga dapat menyebabkan peradangan dan peningkatan kondisi kulit seperti jerawat, eksim dan psoriasis.
Anda diminta untuk lakukan rutinitas perawatan kulit harian, menghindari penggunaan riasan dan makan makanan sehat buah dan sayuran, lemak sehat dan protein seperti ikan untuk mengontrol gula darah dan meningkatkan kesehatan kulit Anda.
- Sakit Kronis dan Sakit Kepala
Sakit kronis yang membuat Anda tidak bisa bergerak adalah gejala stres yang sangat umum.
Stres sering kali dapat menyebabkan nyeri sendi yang menyerupai radang sendi. Demikian pula, sakit kepala tegang dan migrain dapat menyebabkan kelumpuhan.
- Masalah Perut
Anda mungkin pernah merasa mual atau mengalami feses yang encer saat sedang stres.
Usus adalah organ sensitif yang merespon ketidakseimbangan hormon, stres, dan kondisi kesehatan fisik dan mental dengan rasa sakit, kembung, dan perubahan kebiasaan BAB.
Masalah pencernaan umum lainnya yang dapat diperburuk oleh stres adalah refluks asam.
Jika Anda stres dan mendapatkan kelebihan produksi asam di perut, maka bisa jadi Anda akan merasakan sakit maag, penyakit gusi, dan sariawan.
- Perubahan Berat Badan
Peningkatan kadar kortisol menghentikan tubuh Anda dari memecah lemak sehingga sulit untuk menurunkan berat badan atau mempertahankannya.
- Sistem Kekebalan Terganggu
Orang yang terkena stres kronis dapat menemukan sistem kekebalan mereka terpengaruh, membuat mereka rentan terhadap pilek, flu dan infeksi lainnya. (**)
Comment