Seorang Nasabah AXA Mandiri Nasabah Merasa Ditipu, Keluhkan Polis Berkurang

Kuasa Hukum Mohammad Fadhli Salam, Wahyuddin Ornam dalam konferensi pers bersama awak media di salah satu warkop di Kota Kendari, Kamis (24/2). (Foto: sultra.fajar.co.id)

KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Seorang nasabah perusahaan asuransi AXA Mandiri bernama Mohammad Fadhli Salam mengeluhkan saldo polis yang dimiliki.

Mohammad Fadhli melalui Kuasa Hukumnya, Wahyuddin Ornam menyebut pihaknya merasa kecewa karena nilai polisnya mengalami penurunan yang signifikan setelah mengikuti program asuransi ini selama 10 tahun.

Uang yang sudah ia investasikan sejak tanggal 7 April 2011 sebanyak Rp200.055.500,-, bukannya bertambah tapi malah berkurang dan tersisa sebanyak Rp166.375,829,82,- pertanggal 4 November 2021 berdasarkan Surat dari PT. AXA Mandiri bernomor: 009/CM-HI/AMFS/XII/2021 pertanggal 2 Desember 2021.

“Klien saya ini dirugikan, awalnya itu dia ditawarin semacam polis asuransi dalam hal ini AXA Mandiri dengan iming-iming 10 tahun itu nilai investasi akan berkembang,” ungkap Wahyuddin dalam konferensi pers bersama awak media di salah satu warkop di Kota Kendari, Kamis (24/2).

Pada awalnya, kata Wahyuddin, kliennya ditawari paket asuransi senilai Rp400 juta, namun sang klien hanya punya uang Rp200 juta saat itu.

“Klien saya cuman punya uang segini Rp200 juta, tetapi agen asuransi ini maksain, sementara di AXA Mandiri tidak ada paket yang Rp200, yang adanya paket Rp400 juta, nda tahu diakalin bagaimana, jadilah,”ujarnya.

Sambung Wahyuddin, kliennya telah beberapa kali menanyakan soal perkembangan nilai asuransinya.

“Ternyata sampai tahun 2021 kemarin, nilai investasinya, sebelum kejadian dia didebet, investasinya baru 160 juta, malah berkurang, minus 20 persen. Dan kagetnya lagi klien saya itu, di bulan Mei, tepatnya ditanggal 11 Mei 2021, dia didebet rekeningnya, yang selama ini dari tahun 2013 sejak ia cuti premi”.

“Harusnya asuransi ini berakhir di tahun 2010 sesuai jangka waktu 10 tahun dan di tahun 2013, ia berhenti tidak mau lagi lanjutin, dia cuti premi, dia tandatangan bersama istri,” bebernya.

Wahyuddin bilang, baru di tahun 2021 kemarin, kliennya terdebet, tiba-tiba uang di rekeningnya hilang, padahal itu ada uang yang diperuntukkan untuk bayar gaji karyawan sang klien.

Kliennya pun komplain, sembari menanyakan perkembangan asuransinya sudah sejauh mana.

“Jadi banyak hal, mulai dari segi hukumnya, perlakuan dari segi agen saja, tidak transparan, ia sudah melanggar ketentuan, mengelapkan dan setidak-tidaknya menguntungkan diri sendiri,” imbuhnya.

Mohammad Fadhil Salam sebagai klien mencoba memberi somasi kepada AXA Mandiri sebanyak dua kali.

“Dan saat ini sudah somasi kedua kali, hanya kami kan merasa kok jawabannya standar-standar saja, kami sih pinginnya diundang untuk kita obrolin dan musyawarahkan masalah ini secara baik-baik dengan itikad baik,” harapnya.

Namun sampai saat ini, belum ada lagi respons lanjutan dari pihak asuransi, sehingga mereka berencana melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.

“Estimasinya itu, 200 juta rupiah, dengan anggaplah inflasi 10 persen tiap tahun, jadi jika dikali 10 tahun, bisalah berkembang sampai sekitar 300 juta rupiah, Ini 10 tahun, malah terakhir ditagih tinggal 160 juta, jadi kejadian-kejadian kayak gini kan banyak korban dari para pemegang polis asuransi, yang mengharapkan keuntungan dengan iming-iming diawal dari agen-agennya, tau-taunya minus,”jelasnya

Katanya lagi menerangkan, jadi pembayaran asuransinya diawal itu dilakukan di Kota Makassar, dan pembayarannya dua kali, dengan mendebit uang di rekening Bank Mandiri klien kami.

“Jadi klien saya ikut asuransi ini sejak tahun 2011, dan tahun 2013 ia cuti premi, dia udah gak mau, karena dia merasa saya ikutin 200 juta satu kali saja loh, bukan saya ikutin paket 400 juta rupiah, sementara yang diterangin itu paket 400 juta. Terus pas diangka 200 juta, itu juga mereka iyakan, nah itulah akal-akalan mereka, mungkin demi target, padahal paket yang jangka panjang itu, adanya paket yang 400 juta rupiah,”pungkasnya.

Sampai berita ini ditayangkan, awak media masih mencoba mencari nomor kontak dari pihak AXA Mandiri di Jakarta guna mengkonfirmasi permasalahan ini. (**)

Sumber: sultra.fajar.co.id

Comment