MUNA, EDISIINDONESIA.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna berupaya melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal yang ada di daerah.
Wujud pelestarian budaya tersebut dengan mewajibkan seluruh aparatur lingkup Dikbud Muna untuk menggunakan bahasa daerah Muna (wamba wuna), kampurui dan baju tenun.
Kepala Dikbud Muna, Rahmat Raeba menerangkan, kebijakan tersebut sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Muna agar budaya-budaya Muna tetap lestari dan tetap terjaga sepanjang zaman.
“Sesungguhnya terkait dengan penggunaan baju tenun, kampurui dan bahasa Muna dalam berkomunikasi, kami sudah mensosialisasikan kurang lebih dua bulan, setelah sosialisasi baru saya buatkan surat edaran,” ungkapnya, Kamis (7/12/2023).
Mantan Kepala Dispora Muna ini mengatakan, hal tersebut baru diwajibkan kepada lingkup Dikbud Muna, UPTD serta khususnya para Kepala Sekolah (Kepsek).
“Langkah awal diwajibkan setiap hari Kamis. Jadi pelayanan disini (Dikbud) Muna, menggunakan bahasa daerah Muna, memakai baju tenun dan kampurui. Jadi yang ingin berurusan agar memperhatikan hal-hal tersebut,” tegasnya.
“Jangka panjangnya, insyaa Allah dihari-hari lain juga akan kita berlakukan, namun segala sesuatunya dimulai secara bertahap,” tambah Rahmat.
Selain itu, penggunaan bahasa daerah Muna menjadi penekanan bagi para guru-guru di sekolah, termasuk disaat apel pagi di sekolah membawakan bahasa pengantar dengan menggunakan bahasa daerah Muna.
“Bahkan dalam group whatsapp lingkup Dikbud, saya wajibkan berkomunikasi dengan bahasa daerah kita. Dengan semakin membiasakan diri memakai bahasa daerah, dalam pergaulan kehidupan sehari-hari, Insya Allah dapat menular ke anak-anak kita. Sehingga tetap lestari seiring berjalannya waktu,” ujarnya.
Sementara itu, Kepsek SMP Negeri 2 Raha, La Ngani menyambut baik inovasi yang telah ditelorkan oleh Dikbud Muna.
Menurutnya, persoalan bahasa daerah Muna merupakan hal krusial yang mesti digunakan dalam kehidupan bermasyarakat, sehingga tidak tergilas oleh perkembangan zaman.
“Kebetulan saya adalah guru bahasa. Jadi sangat penting menjaga kelestarian bahasa daerah kita ini, kalau tidak maka terancam punah,” tuturnya.
Mantan Kepsek SMP Negeri 1 Raha itu menyatakan telah meneruskan inovasi Dikbud Muna kepada para guru dan staf yang ada di sekolahnya.
“Saya kira selain bahasa daerah Muna, apa yang menjadi identitas kita menyangkut budaya dan adat istiadat sangat perlu untuk kita rawat secara bersama-sama. Ini aset bagi generasi penerus dimasa-masa yang akan datang.” Tutupnya.
Comment