Tekan Angka Stunting, Pemkab Bombana Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar

BOMBANA, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana tidak tanggung-tanggung mengucurkan anggaran kurang lebih sebesar Rp 8 miliar untuk membangun fasilitas sanitasi dan air bersih, di daerah tersebut.

Langkah itu merupakan salah satu upaya menekan angka stunting di Kabupaten Bombana.

Program pembangunan sanitasi ini mengunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2023 yang telah disiapkan Pemkab Bombana melalui Dinas PUPR Bombana.

Dana miliaran tersebut demi mewujudkan program sanitasi di 14 Desa dan 1 Kelurahan di Bombana demi menekan angka stunting di Bombana.

Kepala Bidang (KABID) Cipta Karya Dinas PUPR Bombana, Semuel K mengungkapkan Pemkab Bombana terus berupaya melakukan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program-program yang tentunya langsung menyentuh ditengah masyarakat Kabupaten Bombana.

Untuk itu, kata dia tahun ini sebanyak 14 desa dan 1 kelurahan telah memperoleh bangunan sanitasi.

“Pembangunan fasilitas sanitasi diprioritaskan kepada daerah-daerah yang masih kekurangan air bersih baik pada musim hujan maupun musim kemarau,” ungkap Semuel, saat ditemui di ruangannya,

Ia juga menegaskan program ini telah berjalan dan sebanyak 50 unit bangunan, bahkan ada yang memperoleh 70 unit terealisasi di tahun 2023 ini.

Menurutnya, program ini sangat penting dikarenakan sasarannya bertujuan pada peningkatan taraf hidup sehat masyarakat Bombana terlebih lagi pemerintah saat ini sedang giat program prioritas menekan angka Stunting dan mengurangi kemiskinan.

“Pembangunan telah rampung di 14 desa dan 1 kelurahan dan terus berlanjut dan ini jg tidak terfokus pada 1 titik atau 1 kecamatan tetapi tersebar dibeberapa kecamatan sesuai dengan kebutuhan daerah tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan di tahun depan akan ada program sanitasi lagi dan juga air bersih yang diperuntukkan kepada warga masyarakat yang memang membutuhkan di daerah tersebut.

“Menurut riset kementrian kesehatan, sanitasi dan air bersih mempunyai kontribusi sebanyak 60 % dalam upaya penurunan angka Stunting pada anak. Oleh karena itu, sanitasi adalah salah satu program kami yang sangat prioritas untuk mencegah penurunan angka stunting sehingga sanitasi dan air bersih perlu diperhatikan bersama-sama,” ungkapnya.

Ia menambahkan riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menyatakan 1 dari 3 anak Indonesia menderita stunting. Akses terhadap sanitasi yang baik berkontribusi dalam penurunan stunting sebesar 27%.

“Jika intervensi yang terfokus pada perubahan perilaku dalam sanitasi dan kebersihan dapat menyebabkan potensi stunting berkurang,” pungkasnya. (**)

Comment