Tingkatkan Kualitas Pewarta Jelang Pesta Demokrasi, Dewan Pers Gelar Workshop Peliputan Pemilu di Sultra

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dewan Pers menggelar Workshop Peliputan Pemilu di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (5/9/2023).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari itu diikuti para ketua organisasi wartawan atau jurnalis, serta puluhan wartawan media cetak, media elektronik dan media siber.

Ketua Komisi Pendidikan dan Pengembangan Profesi Pers Dewan Pers, Paulus Tri Agung Kristanto mengatakan, Dewan Pers hingga saat ini masih menemukan adanya kesengajaan pengetahuan wartawan di berbagai daerah dalam konteks peliputan Pemilu.

Menurutnya, Pemilu bukan hanya sekedar pengetahuan umum, tetapi ada hal-hal teknis yang harus dibahas.

“Misalnya ada bilangan pembagi pemilih dan sebagainya. Kemudian ada syarat-syarat teknis, misalnya untuk pencalonan presiden ada namanya Presidensial Threshold, yang kemudian teman-teman (wartawan) harus belajar melihat data dan sebagainya,” jelasnya.

“Itu yang kemudian mendorong Dewan Pers menggunakan dana dari negara untuk bikin program pelatihan atau Workshop Peliputan Pemilu, seperti yang dilakukan di Kendari Sultra ini,” tambahnya.

Ia mengatakan Workshop Peliputan Pemilu tersebut rencana awalnya akan dilakukan di 38 provinsi, akan tetapi karena keterbatasan anggaran, akhirnya hanya terlaksana di 23 provinsi.

Kata dia, 23 provinsi tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerawanan tinggi atau sedang dalam penyelenggaraan Pemilu. Artinya, Sultra termasuk daerah yang harus dicermati karena dinamika masyarakatnya cukup tinggi dan menarik.

“Sehingga kemudian teman-teman (wartawan) di Sultra harus menambah kompetensinya dalam konteks peliputan pemilu, itu yang membuat Dewan Pers mengadakan ini” ujarnya.

“Dewan Pers diberikan mandat harus mempersiapkan agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang jernih,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sultra Iwan Rompo Banne saat menjadi pembicara menyampaikan, dalam masa kampanye mungkin saja terjadi berbagai hal, sehingga publik perlu diberikan berita yang mengedukasi, merekatkan dan merawat pemberitaan.

“Ini peran pers untuk menyiarkan. Sehingga Bawaslu berharap ada sebuah simpul yang bisa kita petik bersama terkait dengan penyiaran pemilu,” ungkapnya.

“Sampai sekarang memang belum ada panduan dari dewan pers terkait penulisan berita pemilu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, hadir sebagai pembicara dalam giat tersebut, anggota Dewan Pers Paulus Tri Agung Kristanto, Ketua KPU Sultra Asril, Ketua Bawaslu Sultra Iwan Rompo Banne, Ketua KPID Sultra Ilyas dan Pemred beritajatim.com Dwi Eko Lokononto. (**)

Comment