KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Setelah meresmikan Jalan Pariwisata Kendari-Toronipa, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi kembali meresmikan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) lainnya di hari yang sama, Sabtu (2/9/2023).
Dua PSN tersebut yaitu, Rumah Sakit Jantung dan Otak Oputa Yi Koo di Kemaraya, Kecamatan Kendari Barat, kota Kendari dan Perpustakaan Modern Sultra, yang beralamat di Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari.
Gubernur Provinsi Sultra, Ali Mazi mengatakan bahwa hadirnya RS Jantung menjadi salah satu capaian kinerja Gubernur Ali Mazi-Lukman Abunawas (AMAN) untuk meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat Sultra.
Ia menilai bahwa, keberadaan rumah sakit tersebut sangat penting untuk masyarakat Sultra. Karena sebelumnya adanya RS Jantung tersebut pasien penyakit jatung, pembuluh darah, dan otak di Sultra harus berobat ke luar daerah, seperti Jakarta atau bahkan luar negeri.
“Rumah sakit ini adalah solusi dari banyaknya angka kematian akibat penyakit jantung, pembuluh darah dan otak,” ungkapnya.
“Serta kurangnya fasilitas kesehatan yang menopang perawatan penyakit itu di Sultra,” tambahnya.
Sementara untuk Perpustakaan Modern Sultra, Ali Mazi menyampaikan bahwa peradaban dan kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat kecerdasan yang dimiliki oleh masyarakatnya.
Sehingga dengan dasar pemikiran itulah bangsa Indonesia secara fundamental telah dicantumkan pada alinea keempat undang-undang dasar tahun 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Artinya mencerdaskan anak-anak bangsa.
Upaya mewujudkan anak-anak yang cerdas merupakan tugas dan tanggungjawabnya semua komponen bangsa, salah satu faktor penting dalam suatu bangsa yang cerdas adalah melalui peningkatan indeks kegemaran membaca masyarakat.
Berangkat dari hal tersebut, Pemprov Sultra telah membangun gedung dengan berbagai fasilitas layanan Perpustakaan Modern yang bertujuan menyediakan kebutuhan informasi bagi masyarakat yang diarahkan untuk membangun masyarakat, membaca dan masyarakat belajar sebagai basis pengembangan budaya keilmuan dalam rangka mengembangkan dan mempersiapkan SDM yang berkualitas.
“Menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, terampil mengimplementasikan pengetahuan serta mumpuni melakukan rekayasa teknologi pada berbagai bidang ilmu pengetahuan dan dilandasi kualitas iman dan taqwa,” bebernya.
Sehingga ia menitipkan Perpustakaan Modern ini kepada para pustakawan, komunitas, para pegiat literasi daerah atau seluruh pihak yang berkepentingan untuk bersama menjaga, merawat dan menghidupkan aktivitas berliterasi agar manfaatnya akan terus dirasakan masyarakat.
“Buukan hanya di Sultra tetapi dapat melewati batas-batas wilayah kita,” pungkasnya. (**)
Comment