JAKARTA, EDISIINDONESIA.id — Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, internal Partai Golkar memanas. Isu musyawarah nasional luar biasa (munaslub) Golkar untuk mengganti Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berembus kencang beberapa waktu terakhir.
Mencuatnya isu munaslub tak terlepas dari sikap Airlangga yang tak kunjung menentukan arah Golkar untuk 2024.
Belum lagi, Kejaksaan Agung memanggil Airlangga untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi penerbitan izin ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada 17 Juli lalu.
Politikus Golkar Sirajuddin Abdul Wahab pesimistis jika partai beringin tetap dipimpin Airlangga. Sirajuddin yang juga inisiator Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) itu mendukung Golkar untuk segera menggelar Munaslub.
“Sikap kami dari GMPG mendukung Munaslub untuk mengganti Airlangga dari Ketum Golkar yang kita anggap gagal memimpin Partai Golkar,” kata Sirajuddin di Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juli 2023 dilansir dari Tempo.co.
Kekhawatiran Sirajuddin terhadap Airlangga muncul dari kasus dugaan korupsi ekspor minyak sawit mentah yang tengah diproses Kejaksaan Agung.
Sirajuddin bercerita, jargon “Golkar Bersih” sedianya muncul kala Airlangga menggantikan Setya Novanto melalui Munaslub Golkar. Kala itu, Setya Novanto terjerat kasus korupsi E-KTP.
Jika Ketum Golkar kembali tersandera hukum, Sirajuddin menilai partai beringin mesti segera memikirkan langkah mitigasi. Salah satunya, kata dia, melalui gelaran Munaslub untuk melengserkan Menteri Perekonomian tersebut.
Sebelumnya, gagasan Golkar menggelar Munaslub mencuat dari anggota Dewan Pakar Golkar Ridwan Hisjam. Senada dengan Sirajuddin, Ridwan meminta Airlangga mundur dari jabatan Ketum Golkar.
Menurut Ridwan, pengunduran diri Airlangga ini merupakan langkah yang tepat. Selain bisa menggunakan waktu untuk memperbaiki diri, kata Ridwan, Airlangga juga bisa menyelamatkan partai beringin yang sebentar lagi mengikuti Pemilu 2024.
“Airlangga harus mundur dari Ketum Partai Golkar,” ucap Ridwan.
Ridwan menyebut dirinya sedianya siap mendukung Airlangga sebagai Ketum maupun calon presiden 2024 dari Golkar.
Sementara sejumlah politikus Golkar lainnya menilai rencana Munaslub itu justru menyesatkan. Wacana menggelar Munaslub itu pun tak ayal menuai pro dan kontra dari politikus Golkar. (**)
Comment