KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Wiradinata Setya Persada dan Nadira Syalvallah, menjadi utusan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang akan bertugas di Istana Negara sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional (Paskibrakanas) pada 17 Agustus 2023 mendatang.
Keduanya merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kota Bau-bau. Wiradinata merupakan siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Bau-bau, sementara Nadira adalah siswi kelas XI dari SMA Negeri 2 Bau-bau.
Wiradinata Paskibrakanas putra utusan Sultra, mengaku baru pertama kali menjadi paskibraka, sehingga ia sangat tidak menyangka bisa menjadi salah satu Paskibrakanas yang akan bertugas di Istana Negara pada 17 Agustus 2023.
Anak kedua dari empat bersaudara ini, akan berjuang untuk mendapatkan posisi komandan pluton pasukan delapan, saat bertugas sebagai Paskibrakanas nantinya.
“Orang tua saya sangat bangga karena saya bisa lolos ke nasional, ini tidak disangka sekali,” ungkap putra dari pasangan Kompol Anwar (ayah) dan Sitti Nur Ambani (Ibu) ini.
Pria kelahiran 12 Juli 2007 lalu ini mengaku sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari pembekalan, PBB, jasmani, cara makan, cara bicara dengan orang lain, serta bagaimana memperkenalkan Sultra dan sebagainya
“Persiapan kita ini sudah dibekali dari minggu lalu, kita sudah melakukan pembekalan 3 hari, ada PBB, jasmani dan latihan membawa baki untuk perempuan dan laki-lakinya membentang bendera,” bebernya.
Sementara itu, Paskibrakanas putri utusan Sultra, Nadira mengaku sudah pernah mengikuti tes untuk Paskibraka di tingkat Kota Bau-bau, pada tahun 2022 lalu, namun belum lolos pada saat itu.
“Jadi sempat kaya kecewa tidak mau lagi tes, tapi di kasi tau sama guru coba lagi, siapa tau rezeki. Dicoba, eh sampai akhirnya lolos,” ungkap wanita kelahiran Bau-bau, pada 2 Juli 2007 silam ini.
Anak tunggal dari pasangan Ade Rizal (ayah) dan Melani Ukasyyah (Ibu) ini mengatakan, apapun posisi yang ia dapatkan saat menjadi Paskibrakanas nantinya ia sudah siap. Namun Nadira tidak memungkiri ia tetap menargetkan sebagai pembawa baki.
“Apapun posisinya yang penting kita tetap mengibarkan dengan baik mau di manapun posisinya,” ujarnya.
Lanjut, ia menyampaikan bahwa orang tuanya sangat tidak menyangka dirinya bisa lolos menjadi Paskibrakanas perwakilan Sultra.
“Senang dan sedih, sedihnya itu karena perjuangannya tidak terbayangkan bisa sampai ditingkat ini,” tutupnya.
Untuk diketahui, orang tua Nadira yaitu Ade Rizal (ayah) merupakan seorang wiraswasta dan Melani Ukasyyah (Ibu) adalah Ibu Rumah Tangga (IRT)
Sementara, orang tua Wiradinata yaitu Kompol Anwar (ayah) bekerja di kepolisian dan Sitti Nur Ambani (Ibu) merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dinas Koperasi Bau-bau. (Irna)
Comment