Polisi Bongkar Pabrik Ekstasi di Perumahan Elite Banten Jaringan Internasional

EDISIINDONESIA.id – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar pabrik pembuatan ekstasi jaringan internasional, di Perumahan Lavon Swan City Cluster Escanta 2, Kampung Kawaron Girang, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Banten.

Warga Perumahan Lavon Swan City Cluster Escanta 2 mengaku tidak menaruh curiga ada pabrik pembuatan ekstasi jaringan internasional di lingkungan perumahannya.

Parahnya lagi, warga setempat pun baru tahu setelah polisi menggerebek lokasi tersebut.

“Jadi, kalau misalnya ada yang ngontrak atau apa gitu, biasanya lapor. Kalau ini tidak ada, jadi tidak curiga,” kata Pramono, salah satu warga Perumahan Lavon Swan City ditemui di Tangerang, Jumat (2/6/2023).

Pramono juga mengaku terkejut dengan adanya penggerebekan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap pabrik pembuatan ekstasi di salah satu rumah di lingkungannya itu.

“Jelek banget ini. Kami kecolongan,” ujarnya.

Pramono menyebut penggerebekan berlangsung pada Kamis (1/6) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Dua orang tersangka yang diamankan polisi tidak pernah melakukan komunikasi atau sosialisasi dengan warga setempat.

“Dia tidak pernah keluar (rumah), di dalam terus. Terakhir saya lihat mereka itu ngopi di depan rumah dua hari lalu. Itu malam,” ujarnya.

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap praktik produksi ekstasi skala besar jaringan internasional.

Dari penggerebekan ini, polisi menangkap empat orang tersangka yang merupakan satu jaringan dalam pembelian bahan baku dan memproduksi ekstasi.

“Untuk total tersangka yang diamankan ada empat orang, berinisial TH, N, MR, dan ARD. Ada dua tersangka lagi masih DPO dan tentunya kami akan mengambil langkah-langkah pengembangan bersama tim gabungan terkait asal pembuatan ekstasi di Jawa Tengah dan Banten,” kata Kepala Bareskrim Polri Komjen Agus Andrianto dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut terkait asal alat-alat produksi dan dua orang tersangka yang diduga sebagai otak pembuatan ekstasi tersebut. (edisi/jpnn)

Comment