KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Viral video aksi arogansi dua wakil rakyat Sulewesi Tenggara (Sultra) saat mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait lahan pertanian masyarakat di Konawe Utara (Konut) di tambang PT. Tiran.
Kedua Wakil Rakyat itu, yakni Ketua Komisi III DPRD Sultra Suwandi Andi dan Ketua Komisi I Syahrul Said.
Suwandi Andi menjelaskan. Kejadian itu bermula ketika ia dan salah satu peserta rapat saling bantah. Sebab ia menganggap isi pembahasan rapat sudah tidak sesuai dengan undangan dari pimpinan DPRD Sultra.
“Atas arahan Ketua DPRD Provinsi, Abdurrahman Shaleh hanya dua pembahasan pokok. P3K dan Lahan warga yang di tambang. Tetapi salah satu peserta sidang membahas tentang smelter,” katanya.
“Kemudian, karena pembicaraan saya terus dibantah dan salah satu peserta sidang tidak mau mendengar pembicaraan saya. Makanya rapat saya skorsing karena pembahasan sudah keluar dari dua pembahasan pokok itu,” sambungnya.
Namun, ketika sidang di skorsing. Suwandi mengaku bahwa pihaknya memukul meja sehingga memicu keributan.
Disisi lain, ia juga membantah terkait dirinya yang sempat ingin menampar seorang prempuan didalam video tersebut.
“Begitu saya mau keluar dari ruang sidang. Perempuan itu pukul meja dan mengatakan kurang ajar kau. Sehinga saya bilang siapa kau,” imbuhnya.
Berangkat dari kejadian itu. Suwandi sebagai wakil rakyat sudah seharusnya mendengar dan menerima kritikan masyarakat.
“Keributan kemarin itu bagian dari dinamika, hal yang biasa. Kami sebagai wakil rakyat harus menerima kritikan masyarakat. Dan memperjuangkan,” pungkasnya. (**/Che)
Comment