Belum Masuk Ambang Batas Parlemen, Pimda PKN Sultra Sebut Bukan Hal yang Perlu Ditakutkan

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Hasil survei Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menanggapi terkait belum masuknya PKN dalam ambang batas parlemen threshold.

Wakil Pimpinan Daerah (Pimda) PKN Sultra, Saleh Ganiru mengungkapkan bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang perlu ditakutkan. Bahkan hal tersebut menjadi salah satu spirit dan motivasi, bahwa PKN mampu menjadi partai yang besar dan berkembang.

“Semua mulai dari kecil. Tidak ada partai di republik ini begitu lahir sudah dengan posisi sepuluh dua puluh persen di parlemen,” katanya saat ditemui usai melakukan pengajuan bakal calon legislatif, bertempat di KPU Sultra, Minggu (14/5/2023).

Ia mengatakan bahwa, beberapa figur yang ada di PKN seperti Anas Urbaningrum dan Umar Samiun yang ada di Sultra menjadi energi potensial bagi PKN untuk saling bekerjasama.

“Parlemen threshold itu jangn dijadikan sebagai momok, jangan dijadikan sebagai sesuatu yang menakutkan,” ungkapnya.

Apalagi, pihaknya telah memiliki kalkulasi bahwa pemilu tahun 2024 dengan segala keterbatasan dan umur yang masih muda, PKN akan membuktikan bahwa PKN adalah partai baru yang tidak hanya ikut pemilu, namun menjadi partai baru yang siap menjadi pendatang baru di parlemen.

“Dengan umur yang boleh dikatakan masih balita tapi PKN akan membuktikan bahwa kita adalah partai baru yang tidak hanya sebagai partai baru dalam rangka ikut pemilu tapi kita adalah partai baru yang siap menjadi pendatang baru di parlemen,” jelasnya

Sementara itu salah satu bakal caleg DPR RI PKN, Abu Sari Wali mengatakan bahwa dirinya memilih PKN pasalnya ia tidak ragu lagi dengan kader PKN Pusat.

Selain itu pendiri Partai PKN adalah Anas Urbaningrum yang seluruh Indonesia tahu seperti apa kapabilitasnya dalam dunia politik.

“Tentu dengan keyakinan itu bahwa PKN ini justru ketika orang ragukan karena partai baru, tapi kami dari kadernya justru yakin bahwa kami akan sama dengan partai yang sudah ada,” katanya. (**)

Comment