KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 578 jemaah haji Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terdiri dari laki-laki 201 orang dan perempuan berjumlah 377 orang mengikuti manasik haji 1444 H/2023 M, Sabtu (13/5/2023).
Manasik yang bertempat di Asrama Haji Kota Kendari ini, dari total 578 jemaah haji ini, 40 persennya merupakan lansia.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengatakan Pemerintah Kota Kendari memiliki kewajiban untuk memberikan dukungan, pembinaan fasilitas kepada jemaah haji dari masing-masing darma.
Dimana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023, telah dialokasikan suplemen bagi jemaah haji baik itu dari sisi transportasi ke embarkasi maupun konsumsi dan lain sebagainya.
“Secara teknis sudah kita alokasikan dalam APBD, bahwa belum maksimal atau 100 persen difasilitasi, karena memang dalam UU itu disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah,” ungkapnya.
Akan tetapi, Asmawa menyampaikan bahwa kondisi keuangan Kota Kendari saat ini masih dalam pemulihan.
“Sehingga mudah-mudahan segera kita sesuaikan APBD dan kewajiban secara utuh terhadap jemaah haji itu bisa segera kita tunaikan,” ujarnya.
Lanjut ia mengingatkan kepada jemaah haji agar menjaga kesehatan, tertib dan disiplin mengikuti aturan atau rukun haji. Mengingat ibadah haji dilaksanakan dengan durasi kurang lebih 40 hari, maka tentu butuh energi yang besar.
“Calon jemaah haji harus banyak bersyukur, masih diberi kesempatan dan kesehatan, apalagi karena ibadah haji sudah mulai normal kembali setelah dunia dilanda COVID-19,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Kendari Muhammad Lalan Jaya mengatakan bahwa manasik haji tersebut merupakan kegiatan perdana di tahun 2023 ini dan akan dilakukan sebanyak 10 kali, yakni dua kali tingkat kabupaten dan 8 kali tingkat kecamatan.
“Pelaksanaan manasik haji ini sesuai dengan utusan pemerintah pusat dalam hal ini dirjen PAU diselenggarakan untuk luar Jawa sebanyak 10 kali,” bebernya.
Jemaah haji yang berangkat ditahun ini juga terdiri dari beberapa jenis yakni yang sudah lunas tunda di tahun 2020, sudah masuk kursi dan pelimpahan kursi, termasuk jemaah yang selama ini menjadi cadangan.
Dengan banyaknya kuota lansia tahun ini, Kemenag Kota Kendari menerapkan tageline Ramah Lansia. Untuk itu Lalan mengingatkan kepada petugas yang mendampingi kloter maupun non kloter di arab Saudi bisa maksimal mendampingi para jemaah terutama lansia.
“Yang tertua 93 tahun atas nama Wa Ugi dan yang muda 19 tahun atas nama haidir,” ujarnya.
Jemaah haji ini nantinya akan berangkat ke embarkasi Makassar pada 7 Juni dan tiba pada 8 Juni untuk beristirahat. Sementara untuk keberangkatan ke Arab Saudi akan ditentukan pihak embarkasi Makassar. (**)
Comment