KENDARI, EDISIINDONESIA.id- Kepemimpinan ketua Persatuan Golf Indonesia (PGI) Provinsi Silawesi Tenggara (Sultra), Andi M Nur Baso diterpa isu tidak sedap, bagaimana tidak, mosi tidak percaya yang di prakarsai ketua Golf Kota Kendari, Safril Tekaka menjadi bola liar di tubuh para pengofl di Sulawesi Tenggara.
Baru-baru ini Musyarawah Provinsi Luar Biasa (Musprov Lub) mengangkat Feri Irawan sebagi ketua dinilai ilegal secara administrasi.
Ditemui Edisiindonesia.id, Safri Tekaka menyebut demi meyelamatkan polemik yang terjadi di tubuh PGI Silawesi Tenggara, mosi tidak percaya kepemimpinan Andi M Baso unruk melakukan Musprob lub yang di hadiri 18 pengurus daerah dan klub.
“Terjadi gejolak di pengurus Sultra karena banyak yang sudah tidak menginginkan lagi Ketua PGI Saat ini, hal itu di buktikan pada tanggal 14 Marat 2023 berkumpullah pemilik-pemilik suarah sah untuk melakukan rapat di pangan golf sanggoleo untuk membicarakan mosi tidak percaya pada pak Andi Baso,” Kata Safril,” Selasa (20/3/2023).
Safril Menyebut, salah satu poin mosi tidak percaya adalah merujuk pada pasal 17 AD/RT dimana pengurus provinsi sekarang ini tidak pernah melaksanakan musyawarah atau rapat kerja provinsi (Rakerprov) sebagai mana perintah dalam AD/RT pengurus PGI.
“Kenapa sampai ini begejolak ini juga menjadi perbincangan kepengurusan PGI Sultra tidak adanya melakukan pembinaan golf di klub-club dan ini yang di perintahkan dalam AD/RT, dan juga ketua PGI Sultra Sudah tidak berdomisili di Sulawesi Tenggara (Sultra),” katanya.
Sementara itu, Feri Irawan ketua terpilih Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sulawesi Tenggara, menyatakan belum siap memimpin organisasi yang membesarkan namanya itu, bahkan kata dia masih pikir-pikir untuk mengambil sikap untuk menjadi ketua PGI Sultra.
“Terus terang saya belum siap menjadi ketua dan setelah saya ditunjuk melalui Musprov Lub saya menganggap diriku belum menjadi ketua sebab secara administrasi belum, bahkan SKnya belum ada juga , dan pak Andi Baso masih saya anggap ketua yang sah untuk saat ini di PGI Sultra,” kaya Feri, Salasa (21/3/2023).
Feri menegaskan tidak ingin mengecewakan para pecinta golf di Sultra dan lebih memilih mundur jika di dalam PGI Sultra masih ada pengurus yang hanya mementingkan kepentingan pribadi di dalam organisasi itu.
“Saya tidak butuh pengakuan dari siapapun karena saya selalu siap mendukung PGI Sultra dan itu sudah dirasakan langsung oleh para atlet dan ofisial Pengda Sultra,” tandasnya.
Feri berharap organisasi PGI Sultra tidak memiliki persoalan internal yang bisa menimbulkan kekacauan di dalamnya. Untuk itu, dia menegaskan belum siap menjadi Ketua Umum PGI Sultra.
“Saya belum siap dari segi administrasi, dan saya pribadi belum siap. Tapi kalau ke depan pengurus PGI di Sultra bersedia dibersihkan, maka mungkin akan saya pertimbangkan lagi,” ucapnya.
Feri menambahkan, tidak ada kisruh di dalam kepengurusan PGI Sultra. Ia menyatakan kepemimpinan PGI Sultra masih dipegang oleh Andi Nur Baso.
“Dari segi administrasi masih dengan Pak Andi Baso, karena Musprovlub hanya berfungsi untuk mengusulkan bentuk administrasi apa saja,” terangnya.
Feri bilang, bahwa dirinya adalah penggila golf dan berkomitmen untuk tidak hanya mempromosikan golf di Sultra dari segi partisipasi tetapi juga dari segi prestasi.
“Saya berharap PGI Sultra tidak hanya berprestasi di ajang lokal tetapi juga di ajang nasional bahkan internasional ke depannya,” ujarnya.(**)
Comment