144 Komunitas di Kendari Ambil Bagian dalam Aksi Bersih-bersih Sedunia

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 144 komunitas yang tersebar di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengambil bagian dalam aksi bersih-bersih sedunia atau World Cleanup Day (WCD), Sabtu (17/9/2022).

Hal itu disampaikan oleh Leader WDC Provinsi Sultra Ardan, ia mengatakan bahwa 144 komunitas itu hanya untuk Kota Kendari, sementara di daerah lain yang ada di Sultra juga ada beberapa komunitas yang turut ambil bagian.

“Seperti di Kabupaten Konsel itu, ada sekitar 30-an komunitas, Kabupaten Muna juga 30-an dengan instansinya, Kabupaten Konawe 16 komunitas, untuk di Kabupaten Kolaka 28 Komunitas,” sebutnya.

Ia membeberkan bahwa, aksi bersih-bersih sedunia di Kota Kendari tahun 2022 ini, difokuskan pada beberapa titik yaitu, Kendari Water Sport, area Eks MTQ, area Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dan area Batu-batu sekitar Masjid Al-alam Kendari.

“Perkiraan sampah yang di Kumpulan berdasarkan data sementara untuk Kota Kendari sekitar 100 lebih kantong Trash Bag dan perkiraan berat satu Trash Bag itu 10 kg,” ungkapnya.

“Semoga giat ini lebih mengedukasi kepada komunitas, untuk lebih mengedepankan tentang kepedulian terhadap sampah dan lingkungan disekitar kita,” tutupnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Komunikasi Dompet Dhuafa Sultra, Hassan Afif mengatakan pihaknya menyambut baik aksi bersih-bersih sedunia untuk Kota Kendari tersebut.

Menurutnya, melalui aksi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa komunitas-komunitas di Sultra khususnya Kota Kendari berjalan dan produktif.

“Apalagi sampah di kota kendari ini semakin naik berdasarkan data yang saya kutip per maret kemarin, sampah di Kota Kendari adalah 180 ton per hari dan itu berjalan naik di bulan juni 2022, sampah di kota kendari adalah 200 ton per hari,” ungkapnya.

Hassan membeberkan bahwa, mayoritas dari sampah tersebut adalah sampai rumah tangga. Sehingga dengan WDC itulah menjadi momentum bagi semua untuk mencari solusi menekan agar tidak semakin banyak sampah.

“Khususnya sampah rumah tangga, karena itu ada di sekeliling kita,” pungkasnya. (**)

Comment