KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Baru-baru ini Hotel Claro Kendari dituding telah menampilkan tarian erotis serta mempertontonkan penari-penari yang menggunakan pakaian bikini di Tempat Hiburan Malam (THM) D’liquid.
Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen Claro Hotel Kendari dalam hal ini Entertaint Manager, Anto, dengan tegas membantah hal tersebut.
Anto menjelaskan, penampilan tarian berbau erotis tidak pernah ditampilkan di D’liquid.
“Kita punya tim namanya sexy dancer. Berbicara sexy dancer mungkin ini yang perlu diluruskan, sexy dancer itu seorang penari yang mempunyai koreo dan didukung dengan kostum, tapi tidak sampai diranah erotis,” ungkap Anto kepada Edisiindonesia.id, saat ditemui di Claro Hotel Kendari, Kamis (04/08/2022).
Lanjutnya, D’liquid Kendari sudah sejak lama menampilkan tarian-tarian lokal sebagai bentuk dukungan menjaga kelestarian budaya lokal yang ada khususnya di Kota Kendari.
“Sudah hampir 6 tahun kita mempertahankan konsep Indonesia Banget. Seperti minggu lalu kiya mengangkat budaya Betawi, mulai dari dresscode, konsep lagu kita angkat itu. Kalau untuk Kendari kita tampilkan itu tarian Lulo,” tambahnya.
“Untuk pakaian bikini, kalau berbicara soal fungsi itu digunakan di area berengan. Tapi mungkin ada beberapa daerah itu ada yang menggunakan konsep itu di dalam ruangan. Namun untuk di D’liquid sendiri kita tidak menggunakan bikini. Mungkin lebih tepatnya kostum yang digunakan bagi orang-orang awam itu menyerupai pakaian bikini, tapi kita ini bukan bikini. Karena kalau berbicara bikini itu berarti penggunaan Bra dan dalaman saja,”terang Anto.
Hal senada juga dikatakan Director of Sales dan Marketing Claro Hotel Kendari, Ayu Elyani Samad. Ia membantah soal tudingan yang menyebut D’liquid Kendari telah menyalahi aturan pemerintah Kota Kendari.
“Tidak benar, tidak sesuai dan tidak terjadi itu. Tidak ada tarian erotis, tidak ada dancer kami yang memakai bikini,”tegas Ayu.
Sementara itu, Harmin Sanif, Chief Security Claro Hotel Kendari menyebut sampai saat ini penampilan penari-penari di D’liquid masih dalam hal yang wajar.
“Inikan tempat hiburan, tentunya kita masuk disana untuk terhibur. Saya melihat kostum penari itu masih wajar. Jangankan di D’liquid, di Mall-mall saja banyak juga yang berpakaian ‘sexy’. Namanya juga tempat hiburan malam, jadi kita kesana untuk terhibur, bukan untuk tidur. Claro masih dalam batasan-batasannya,” ujar Harmin. (**)
Comment