MUNA, EDISIINDONESIA.id – Wa Nurnia Anggota Legislatif (Aleg) Daerah Pemilihan (Dapil) 2 telah selesai melaksanakan reses di wilayah pesisir Desa Bontu-Bontu, Kecamatan Towea dan wilayah pesisir (suku bajo) Kelurahan Napabalano, Kecamatan Napabalano, pada Kamis (30/6/2022) lalu.
Dari dua wilayah tersebut masyarakat mengeluhkan persoalan jaringan air bersih dan jembatan kayu.
“Hasil reses untuk di Desa Bontu-Bontu banyak keluhan masyarakat yang perlu diperhatikan oleh Pemerintah. Salah satunya adalah jaringan air bersih yang dari dulu sampai saat ini, masyarakat masih kesusahan untuk mendapatkannya,” ungkap Wa Nurnia usai mengikuti upacara Hut Kabupaten Muna ke-63 tahun, Senin (4/7/2022).
Lain lagi dengan masyarakat suku bajo di Kelurahan Napabalano, skala prioritas yang diusulkan adalah menyangkut jembatan yang dibangun menggunakan kayu, dimana hampir seluruh bagian kayu pada jembatan itu sudah pada lapuk.
“Saya sebagai aleg perwakilan masyarakat dapil 2 insyaallah siap memperjuangkan keluhan-keluhan masyarakat tersebut,” tegas aleg PKS ini.
Dirinya menghimbau dan menekankan secara langsung kepada Pemerintah Daerah, agar dapat diupayakan untuk direalisasikan, sehingga keresahan masyarakat segera terjawab.
“Mereka juga sangat mengharapkan sentuhan dari Pemerintah langsung, karena mereka merasa bahwa sama sekali tidak tersentuh oleh Pemerintah, yang mana setiap ada bantuan yang turun untuk daerah pesisir bajo misalnya, selalunya dialihkan ke tempat lain.” pungkasnya. (**)
Comment