Menjaga Suasana Hati dan Kualitas Tidur dengan Olahraga Rutin

Wulan Guritno/Foto: Int

EDISIINDONESIA.id – Rutin berolahraga dapat membantu menjaga suasana hati dan kualitas tidur. Dua studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan berolahraga secara konsisten berkaitan dengan lebih sedikit gejala depresi dan kualitas tidur yang lebih baik.

Menurut laporan laman Psychology Today, Kamis (3/9) waktu setempat, studi pertama yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Medicine pada Juli 2026 melibatkan 349 orang, sebagian besar merupakan dewasa muda. Peneliti melihat hubungan antara aktivitas fisik, gejala depresi, dan kualitas tidur para peserta.

Hasilnya menunjukkan orang yang berolahraga lebih sering dan dengan intensitas lebih tinggi cenderung melaporkan gejala depresi yang lebih sedikit. Jenis olahraga, seperti berlari, angkat beban, bersepeda, atau olahraga beregu, tidak menunjukkan perbedaan yang berarti.

Lamanya seseorang rutin berolahraga juga tampaknya berpengaruh. Peserta yang telah berolahraga secara rutin selama tiga hingga lima tahun melaporkan skor depresi yang lebih rendah dibandingkan mereka yang baru berolahraga kurang dari satu tahun.

Studi kedua yang diterbitkan dalam Medicine & Science in Sports & Exercise pada September 2026, menganalisis data 702.007 orang dewasa di Jepang yang menjalani pemeriksaan kesehatan tahunan selama dua tahun berturut-turut.

Penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang mulai rutin berolahraga lebih mungkin melaporkan kualitas tidur yang lebih baik pada tahun berikutnya. Mereka yang mempertahankan kebiasaan tersebut juga cenderung terus merasakan manfaatnya, sedangkan orang yang berhenti berolahraga mengalami penurunan manfaat tersebut.

Peneliti juga menemukan bahwa berkurangnya gejala depresi pada orang yang rutin berolahraga tidak terutama disebabkan oleh kualitas tidur yang membaik. Artinya, olahraga kemungkinan memiliki manfaat lain yang turut membantu menjaga suasana hati.

Terapis perkawinan dan keluarga berlisensi di Washington, Amerika Serikat, Blake Griffin Edwards, LMFT, mengatakan kedua penelitian tersebut memberikan gambaran bahwa olahraga dapat membantu suasana hati dan tidur melalui mekanisme yang berbeda.

Meski demikian, kedua penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa olahraga secara langsung menyebabkan perbaikan suasana hati atau kualitas tidur. Studi pertama juga menggunakan data aktivitas fisik yang sebagian berasal dari laporan peserta sendiri.

Bagi orang yang ingin mulai berolahraga, temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas yang dapat dilakukan secara rutin mungkin lebih bermanfaat daripada memilih jenis olahraga tertentu tetapi sulit dipertahankan.

Dengan begitu, olahraga tidak harus selalu berat. Yang penting adalah menemukan aktivitas yang sesuai dengan kemampuan dan dapat dilakukan secara konsisten. (edisi/antara)

Comment