EDISIINDONESIA.id– Harapan Karin (32) menikmati masa tua dengan hidup tenang dan tenteram seketika buyar tak bersisa. Bukannya bahagia bersama suami yang dinanti, ia justru sibuk meladeni orang-orang yang berdatangan ke rumah hanya untuk menagih utang sang suami, Donwori (41).
Keduanya menikah secara sah tercatat di Kantor Urusan Agama salah satu kecamatan di Kota Surabaya pada tahun 2022, namun hingga kini belum dikaruniai anak. Awalnya rumah tangga mereka berjalan harmonis dan penuh kedamaian, namun sayang kebahagiaan itu tak bertahan lama. Masalah mulai bermunculan dan perlahan menggerus keharmonisan yang ada.
Kini Karin mengakui, keputusannya menikah di usia senja adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya.
“Alih-alih bisa hidup tenang menikmati masa tua, yang ada hidup cemas terus karena rumah sering didatangi orang cari utang,” keluh Karin.
Bagaikan pepatah yang pas dengan nasibnya: dikira mendapat duda kaya raya, nyatanya justru terjebak bersama orang yang punya tumpukan utang pada rentenir. Ternyata selama ini Donwori yang berprofesi sebagai wiraswasta tak pernah jujur soal kondisi ekonomi aslinya—ia punya utang bukan pada satu pihak saja, melainkan banyak orang.
Kebohongan itu memicu pertengkaran hebat yang tak kunjung usai sejak pernikahan mereka baru berjalan beberapa waktu, hingga akhirnya tak bisa lagi didamaikan. Memasuki tahun ketiga pernikahan pada 2025, keduanya pun memutuskan berpisah tempat tinggal.
Meski keluarga sudah berupaya merukunkan kembali, Karin bulat tekad menggugat cerai Donwori ke Pengadilan Agama Kota Surabaya.(edisi/radarSBY)
Comment