KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), HM (32), menjadi korban penganiayaan terhadap salah satu guru di Sekolah TK Mulia Islam yang beralamat di Kelurahan Lalodati, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.
Peristiwa ini bermula saat korban membaca pesan digrup WhatsApp orang tua siswa yang dikirim oleh guru berinisial AI. Menurut korban, kalimat tersebut sangat tidak wajar.
Tepat pada Kamis (30/4/2026) sekitar pukul 10.15 WITA, korban datang sekolah untuk menjemput anaknya sekaligus meminta klarifikasi terkait kalimat AI.
Kepada media ini, HM mengatakan AI sempat memanggil korban untuk berkomunikasi di ruangannya, namun korban menolaknya.
“Nda lama itu ibu Ira keluar dia bilang kenapa kenapa? Saya bilang nda bagus kita cara ta kirim ini di grup. Terus itu ibu Ira panggil ke ruangannya saya bilang nda usah minta bu,” kata HM saat ditemui di Polsek Mandonga, Selasa (19/5/2026) sore.
Lebih lanjut, kata dia, AI lalu menarik tangan korban hingga terjatuh. Ditempat yang sama orang tua siswa lainnya merekam percakapan tersebut, namun AI tak terima dan menunjuk-nunjuk perekam.
Disaat itu pula, korban menghalau tangan AI agar tidak menunjuk orang tua siswa yang merekam percakapan. Akibat tersulut emosi, AI sontak menampar wajah korban hingga memar.
“Saya halau itu tangan, kenapa ibu main tunjuk-tunjuk kita itu seorang pendidik jangan kita main tunjuk-tunjuk begitu. Dia langsungmi datang tampeleng saya,” ujarnya.
Setelah peristiwa itu, korban segera membuat laporan kepolisian di Polsek Mandonga. Akan tetapi, terhitung tiga minggu setelah pelaporan, aduan korban tak kunjung diproses oleh penyidik Polsek Mandonga.
HM berharap agar aduan tersebut segera diproses berdasarkan hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kasi Humas Polsek Mandonga AIPTU Jamesto Sinaga belum memberikan keterangan yang jelas terkait perkembangan aduan korban.
“Kami konfirmasi dulu,” tutupnya.(**)
Comment