Lampaui Target, Bea Cukai Kendari Catat Kinerja Gemilang dan Ekspor Non-Tambang Meningkat

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Bertempat di Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Bea Cukai Kendari sukses menggelar acara Bea Cukai Kendari Awards 2026.

Acara ini menjadi momentum penguatan sinergi sekaligus bukti nyata kontribusi institusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Kanwil DJPb Sultra sekaligus Kepala Perwakilan Kemenkeu Satu Sultra, Iman Widhiyanto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengawasan yang tegas harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang optimal.

Keseimbangan ini dinilai mampu meningkatkan kepatuhan, memperbaiki kualitas layanan, serta menciptakan iklim usaha yang kondusif.

“Kepercayaan dan kolaborasi adalah kunci. Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen penting untuk memperkuat hubungan kemitraan di tengah dinamika perdagangan global,” ujar Iman.

Ia berharap sinergi seluruh pihak terus terjaga demi mewujudkan Sulawesi Tenggara yang maju dan Indonesia yang sejahtera.

Kinerja Moncer, Penerimaan Lampaui Target

Sementara itu, Kepala Kantor Bea Cukai Kendari, Taufik Sapto Harsono, menekankan bahwa pelaku usaha bukan sekadar pengguna layanan, melainkan mitra strategis.

“Tanpa dukungan Bapak dan Ibu sekalian, kami tidak berarti apa-apa,” ungkap Taufik.

Hal ini terbukti dari capaian kinerja gemilang sepanjang tahun 2025. Penerimaan negara berhasil menembus 123,56 persen atau mencapai Rp279,22 miliar dari target Rp225,98 miliar. Sementara kontribusi pajak dalam rangka impor (PPh dan PPN) tercatat fantastis hingga Rp2,2 triliun.

Tren positif ini terus berlanjut hingga Triwulan I tahun 2026, di mana penerimaan sudah tercatat Rp179,1 miliar dengan kontribusi pajak impor mencapai Rp982 miliar.

Untuk mendukung dunia usaha, Bea Cukai Kendari juga menerapkan pendekatan customs visit, yakni mendekatkan layanan langsung ke perusahaan guna memberikan solusi cepat atas kendala di lapangan.

Ekspor Non-Tambang Mulai Bersinar

Di sisi ekspor, nilai total perdagangan Sultra pada 2025 mencapai sekitar 3,4 miliar Dolar AS atau setara Rp59,4 triliun. Yang paling menggembirakan, sektor non-tambang mulai menunjukkan geliat signifikan.

Saat ini tercatat 15 eksportir aktif yang melakukan ekspor perdana maupun berkelanjutan. Contoh nyanya, Kabupaten Buton berhasil mengekspor ubur-ubur, dan Kabupaten Konawe Selatan melalui Koperasi Desa Merah Putih Desa Awunio sukses menembus pasar internasional dengan produk arang tempurung kelapa.

Ini membuktikan bahwa Sultra tidak hanya bergantung pada tambang, namun juga memiliki potensi besar di sektor perikanan dan pertanian.

Komitmen sebagai Community Protector

Selain memfasilitasi perdagangan, Bea Cukai juga tegas menjalankan peran sebagai pelindung masyarakat (community protector). Sepanjang tahun berjalan, berhasil diamankan berbagai barang ilegal, antara lain:

– Tahun 2025: 5,1 juta batang rokok ilegal, 690 gram sabu, 9,3 kg ganja, serta 2.469 liter MMEA ilegal.
– Triwulan I 2026: 2 juta batang rokok ilegal, 2,1 kg ganja, dan ratusan liter bahan bakar ilegal.

Upaya ini merupakan bukti komitmen menjaga masyarakat dan melindungi penerimaan negara.

Apresiasi untuk Mitra Terbaik

Puncak acara ditandai dengan pemberian penghargaan kepada perusahaan, insan pers, dan pemangku kepentingan yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi. Penghargaan ini menjadi simbol terima kasih sekaligus penegasan komitmen Bea Cukai Kendari untuk terus melayani dan mengawasi dengan integritas tinggi.

Dengan kolaborasi yang semakin kuat, diharapkan Sultra dapat terus tumbuh menjadi daerah yang unggul dalam tata kelola dan daya saing ekonomi.(**)

Comment