KONSEL, EDISIINDONESIA.id — Lonjakan arus pemudik terjadi di Pelabuhan Feri Torobulu dalam beberapa hari terakhir. Para calon penumpang terlihat mengantri berdesak-desakan, terutama pada puncak kepadatan yang terjadi pada Selasa (17/3/2026) malam.
Berdasarkan informasi di lapangan, sedikitnya empat kapal feri dioperasikan untuk melayani penyeberangan. Namun, tingginya volume penumpang membuat antrean tetap mengular, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua.
Lonjakan penumpang mulai terasa sejak Selasa (17/3/2026) malam dan berlanjut hingga Rabu (18/3/2026) pagi. Meski demikian, jumlah pemudik dengan kendaraan roda dua dilaporkan mulai menurun pada pagi harinya.
Pemudik Asal Buton Tengah, Azhar, mengungkapkan bahwa sistem antrean tiket untuk kendaraan roda dua dilakukan dengan pembagian nomor antrean. Namun, menurutnya, hanya pemudik yang berada di jalur beratap yang mendapatkan nomor tersebut.
“Yang dapat nomor antrean hanya di bagian jalur beratap. Sementara kendaraan roda empat terlihat lebih diprioritaskan karena dipanggil langsung,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Ia juga menyoroti jadwal keberangkatan kapal yang tidak menentu. Kapal feri dilaporkan datang secara berkala namun tanpa interval tetap, dimulai sekitar pukul 23.30 WITA, kemudian berlanjut pada pukul 02.00 WITA, 04.00 WITA, 06.00 WITA, hingga 07.00 WITA dan 08.00 WITA. Setelah itu, kapal kembali datang sekitar pukul 11.00 WITA dengan pola yang tidak konsisten.
Di tengah kepadatan tersebut, kondisi keamanan di area pelabuhan terpantau relatif kondusif. Aparat gabungan dari TNI dan Polri disiagakan untuk menjaga ketertiban.
Salah satu upaya penegakan ketertiban terlihat ketika petugas langsung menegur pengendara motor yang menggeber kendaraan dengan knalpot bising. Tindakan cepat aparat dinilai efektif dalam menjaga situasi tetap aman.
Lanjut, kata dia, adapun dalam hal distribusi penumpang, kapasitas kapal feri saat ini lebih banyak didominasi oleh kendaraan roda empat. Sementara itu, kendaraan roda dua hanya menempati sebagian kecil dari total ruang yang tersedia di dalam kapal.
Kondisi ini menjadi perhatian para pemudik, terutama pengguna sepeda motor, yang berharap adanya pengaturan yang lebih merata serta kepastian jadwal keberangkatan untuk menghindari penumpukan penumpang di pelabuhan. (**)
Comment