Main Aman, Bahlil Lahadalia Beri Sinyal Tak Pasti Soal Dukungan Prabowo-Gibran di 2029

EDISIINDONESIA.id- Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan pernyataan yang dinilai ambigu terkait dukungan partainya untuk Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2029. Hal ini terjadi setelah mantan Presiden Joko Widodo menyatakan dukungan serupa.

Bahlil hanya menegaskan bahwa Golkar akan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga masa jabatannya selesai. Pernyataan ini diungkapkan usai acara Training of Trainer anggota Parlemen MPR RI Fraksi Golkar di Jakarta Barat, Jumat (6/2/2026).

“Golkar sebagai partai politik yang mengusung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Mas Gibran, konsekuensi daripada partai yang telah mengusung, harus mendukung sampai selesai,” ujar Bahlil.
Menteri ESDM ini juga menambahkan bahwa sejak Munas XI Golkar pada Agustus 2024, ia telah siap mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.

Pernyataan Bahlil ini berbeda dengan Jokowi, yang sebelumnya menyatakan dukungan eksplisit untuk Prabowo-Gibran dua periode saat diwawancarai di Solo (30/1/2026). “Kan sudah saya sampaikan Prabowo-Gibran dua periode. Sudah itu saja,” kata Jokowi.

Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai pernyataan Bahlil ini ambigu dan menduga Ketua Umum Partai Golkar itu tengah “bermain aman”.

“Blunder pernyataan Bahlil sudah banyak, sehingga dia kini tengah bermain aman, termasuk persoalan Pemilu 2029, ogah eksplisit menyatakan dukungan dua periode Prabowo-Gibran seperti Jokowi,” ujar Efriza saat dihubungi.
Efriza menambahkan bahwa Golkar, terutama Bahlil, diasosiasikan dengan Jokowi, sehingga ada kemungkinan manuver untuk kepentingan Dinasti Solo.

“Bukan tidak mungkin nanti akan ada upaya menjadikan Gibran sebagai capres. Hanya sekarang, karena Bahlil di pemerintahan Presiden Prabowo, maka dia main aman agar tidak disingkirkan dari Kabinet,” pungkasnya.(edisi/rmol)

Comment