KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Perekonomian Sulawesi Tenggara (Sultra) menunjukkan kinerja positif sepanjang tahun 2025, Jumat (6/2/2026).
Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), ekonomi Sultra atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat mencapai Rp204,33 triliun, sementara atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 sebesar Rp120,59 triliun.
Secara tahunan (c-to-c), ekonomi Sulawesi Tenggara pada 2025 tumbuh sebesar 5,79 persen. Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat pertumbuhan sebesar 5,40 persen, menandakan penguatan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.
Dari sisi produksi, lapangan usaha Industri Pengolahan menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 14,91 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang tumbuh sebesar 5,04 persen, mencerminkan kuatnya daya beli masyarakat.
Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, pada periode triwulan IV-2025, ekonomi Sulawesi Tenggara juga mengalami pertumbuhan yang solid. Dibandingkan triwulan IV-2024 (y-on-y), ekonomi Sultra tumbuh sebesar 5,94 persen.
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Keuangan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 17,27 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh paling tinggi sebesar 5,62 persen.
Sementara itu, dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), ekonomi Sulawesi Tenggara pada triwulan IV-2025 tumbuh sebesar 6,16 persen.
Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Jasa Lainnya mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 14,41 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah mencatat pertumbuhan paling tinggi, yakni sebesar 19,75 persen.
Dari sisi kontribusi terhadap PDRB, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi sektor paling dominan dengan kontribusi sebesar 23,79 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Sulawesi Tenggara, yakni mencapai 46,01 persen.
Capaian ini menunjukkan struktur ekonomi Sultra yang masih ditopang oleh sektor primer dan konsumsi rumah tangga, dengan tren pertumbuhan yang terus menguat di sektor industri dan jasa.(**)
Comment