JAKARTA, EDISIINDONESIA.id– Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meraih penghargaan UHC Award 2026 kategori Madya, berkat capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 89,65 persen peserta aktif pada tahun 2025.
Penghargaan ini menjadi apresiasi dari Pemerintah Pusat atas komitmen Pemprov Sultra dalam menjamin akses layanan dan perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
Penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat diterima langsung oleh Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, pada acara Deklarasi dan Pencanangan UHC serta Penghargaan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/01/2026).
Gubernur Andi Sumangerukka menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan.
“Ini adalah wujud nyata semangat gotong royong dalam membangun masyarakat Sultra yang maju, aman, sejahtera, dan religius,” ujarnya.
UHC Award diberikan kepada daerah yang mampu menjaga kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di atas ambang batas yang ditetapkan, sekaligus memelihara mutu layanan kesehatan.
Berdasarkan data per 1 Desember 2025, cakupan UHC Sultra mencapai 89,65 persen dengan total 2.553.935 peserta aktif, di mana 602.806 di antaranya merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang didanai melalui APBD.
Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, yang hanya mencapai 86,04 persen (2.430.237 peserta aktif) dengan jumlah peserta PBI sebanyak 559.993 orang.
Gubernur menegaskan komitmen untuk terus meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat, dengan target cakupan UHC peserta aktif mencapai 95 persen agar masuk kategori UHC Utama.
Untuk mendukung hal tersebut, Dinas Kesehatan Provinsi Sultra akan terus melakukan pembenahan dan pemutakhiran data kepesertaan BPJS Kesehatan agar lebih akurat dan terintegrasi.
Pemprov Sultra juga berkomitmen menjalankan Program JKN secara berkelanjutan melalui berbagai langkah, seperti penguatan partisipasi masyarakat, peningkatan literasi kesehatan, kemudahan akses layanan, pemanfaatan teknologi, serta kolaborasi dengan sektor swasta.
Namun demikian, kesuksesan program ini juga sangat tergantung pada kesadaran kolektif masyarakat, terutama peserta mandiri, untuk membayar iuran secara tertib.(**)
Comment