Kondisi Semakin Sulit, Pedagang Pasar Wakuru Terpaksa Berjualan di Jalan Poros Raha–Wamengkoli

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Aktivitas perekonomian masyarakat di Kecamatan Tongkuno mengalami kelumpuhan serius akibat bencana kebakaran pasar Sentral Wakuru pada 6 Januari 2026 lalu.

Hingga saat ini, belum ada langkah nyata yang dilakukan pemerintah baik itu merelokasi maupun memulihkan kondisi pasar Sentral Wakuru. Akibatnya, para pedagang terpaksa ramai-ramai memilih berjualan sementara di sepanjang Jalan Poros Raha-Wamengkoli, sehingga menimbulkan gangguan keamanan lalu lintas.

Aksi ini dilakukan para pedagang sebagai bentuk protes para pedangang akibat kesulitan ekonomi yang dialami, sekaligus sebagai upaya mendesak Pemerintah Kabupaten Muna segera hadir meberikan tindakan nyata.

Diketahui, pasar Sentral Wakuru hingga kini masih terbengkalai. Tidak ada fasilitas darurat, tidak ada tenda resmi, dan tidak ada kepastian kapan pembangunan atau rehabilitasi akan dimulai. Dalam situasi ini, pedagang merasa dipaksa bertahan dengan cara yang berisiko, baik bagi keselamatan mereka maupun pengguna jalan.

Para pedagang meminta Pemkab Muna segera hadir dengan kebijakan nyata, mulai dari penyediaan lokasi relokasi sementara yang layak, menyakurkan bantuan bagi pedagang terdampak, hingga kepastian pembangunan kembali Pasar Sentral Wakuru. Pasalnya, pembiaran yang berlarut-larut dnilai hanya akan memperparah kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kecil.

Pasar Sentral Wakuru bukan sekadar bangunan, tetapi merupakan nadi kehidupan ekonomi warga Tongkuno. Ketika pasar itu terbakar, yang ikut terbakar adalah sumber penghidupan ratusan keluarga.

Oleh karena itu, pedagang meminta Pemerintah Kabupaten Muna tidak boleh terus diam, karena setiap hari keterlambatan berarti semakin banyak warga yang terjerumus dalam kesulitan ekonomi. (**)

Comment