KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 78 Kendari mendapatkan menu makan siang bergizi gratis berupa makanan tradisional Kambose, yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Andonuhu II. Namun, hal ini menuai keluhan dari salah satu orang tua siswa yang tidak ingin disebutkan namanya.
Menurut orang tua tersebut, menu makan siang gratis seharusnya disesuaikan dengan usia anak. “Mestinya menunya disesuaikan dengan usia siswa. Karena makanan lokal Kambose belum tentu bisa dimakan oleh anak-anak kelas satu, dua, dan tiga,” ujarnya pada Kamis (08/01/2026).
Selain orang tua, salah satu siswa penerima manfaat yang ditemui di sekolah juga mengaku tidak menyukai menu tersebut.
“Saya tidak makan, saya tidak suka jadi saya kasih guruku,” ujar siswa yang juga tidak ingin mengungkap identitasnya.
Sementara itu, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Kota Kendari, Fadhilah Rizka, menjelaskan bahwa penyajian menu makanan lokal tersebut sesuai dengan petunjuk dari BGN Pusat.
“Memang penyajian makan gratis dengan menu lokal ini perintah langsung dari atasan. Ada surat edarannya, bukan hanya di sini tapi seluruh Indonesia,” katanya.
Menurut dia, hal ini berdasarkan Surat Edaran BGN Pusat Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Hari Pertama Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026, yang menyatakan bahwa menu yang disiapkan wajib merupakan ciri khas daerah setempat atau kearifan lokal sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya pangan lokal.
“Untuk hari ini diwajibkan menggunakan makanan lokal seperti jagung, Kambose, atau makanan lokal lainnya, tapi kedepannya bisa kembali ke menu-menu seperti biasa,” tutupnya.(**)
Comment